logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 PANTURA
Line

Empat Siswi SMA BP Kesurupan

BATANG - Peristiwa mengejutkan dialami rombongan siswa SMA Bhakti Praja Kabupaten Batang, Senin malam lalu. Empat siswinya begitu sampai di sekolah setelah pulang kemah, seperti orang sedang "kesurupan", berteriak-teriak dan menangis histeris.

Awal kejadian itu, menurut keterangan guru pembimbing Chuzaenudin SPd, berawal dari kedatangan 259 siswa yang selesai kemah di Desa Pesalakan, Kecamatan Bandar, Senin malam sekitar pukul 19.00. Kemah itu dilakukan dalam rangka pelantikan calon anggota Pramuka Ambalan.

"Rombongan itu naik enam truk pada Sabtu (31/7) pagi. Kemah berlangsung sampai Minggu," ujar Chuzaenudin SPd.

Selama kemah, siswa didampingi empat guru yang bertindak selaku pembina. Selain Chuzaenudin SPd, juga Drs Putranto, Atiek Wahyu Widiati SE, dan Pujo Suparno SSn.

Chuzaenudin mengatakan, selama dalam kemah tak terjadi gangguan atau hambatan. Bahkan, kemah berlangsung dalam suasana kebersamaan dan keceriaan.

Demikian pula saat pulang dari lokasi perkemahan di Pesalakan sekitar pukul 17.00, tak ada peristiwa yang aneh-aneh. "Namun begitu tiba di sekolah, tiba-tiba empat siswi kami berteriak-teriak. Ada yang menangis histeris."

Chuzaenudin menyatakan, semula para pembina hanya mengira keempat siswi itu kecapaian sehingga yang akhirnya tanpa disadari mengigau dan berteriak-teriak.

Bahkan, mereka meronta-ronta sambil memberontak dan minta tangan dan kakinya dilepas. Namun setelah ditenangkan oleh guru dan teman-temannya, anak itu tidak sembuh, justru menjadi-jadi. Sementara itu semua pandangan matanya kosong.

Beruntung, salah seorang guru tadi ada yang menaruh curiga terhadap apa yang dialami siswanya. Mereka kemudian memanggil orang pintar (Mbah Rusyanto (42) dan adik iparnya Wiroso (25), warga Kampung Kebonan, Kelurahan Proyonanggan Utara, Kecamatan Batang, yang selama ini dikenal sebagai paranormal.

Begitu datang, Mbah Rus dan Wiroso langsung menemui keempat siswi itu. Disalaminya satu per satu siswi yang kesurupan itu. Kedua orang pintar itu dengan bahasa yang hanya diketahui mereka, ternyata melakukan komunikasi dengan makhluk halus yang terhalusinasi di alam pikiran siswi BP itu.

Begitu disentuh Mbah Rus, keempatnya langsung sadar. "Ayo baca Al Fatihah dilanjutkan Ayat Kursi. Kemudian perbanyak membaca tasbih," ujar Mbah Rus.

Setelah Mbah Rus dan Wiroso melakukan kontak, akhirnya satu per satu siswi itu sembuh. Begitu selesai diobati, keempatnya tertidur pulas.

"Mereka sebenarnya kecapaian sehingga di saat mata mereka kosong, ada mahluk halus yang menggangunya. Namun tidak sampai masuk, hanya iseng menggoda saja," ujar Mbah Rus. (ar-74n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA