logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 PANTURA
Line

Tewas Tepat di Ultah Ke-20

SELASA Pahing, 3 Agustus 2004, kemarin adalah tepat 20 tahun usia Tomi Candra, warga RT 3 RW 5 Desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

Di hari yang seharusnya dirayakan dengan penuh kebahagiaan itu, awan gelap datang. Seluruh keluarganya berduka. Suara tangis keluarganya terdengar, seperti tiada henti bersahutan. Karena, tepat pada hari ulang tahunnya ke-20 itu, nyawa Tomi diminta lagi oleh Sang Khaliq.

Dia tewas mengenaskan, kemarin, dalam kecelakaan di perlintasan KA tak berpalang pintu. Kepala bagian belakang robek di dua bagian, akibat benturan keras dan mengeluarkan darah cukup banyak. "Saya tidak mengira, dia pergi begitu cepat. Pagi, saya sempat omong-omong sebentar," tutur Sugiarto, Kades Karanganyar, kemarin.

Menurut dia, mobil pikap cokelat tua Mitsubishi L-300 yang dikemudikan Tomi adalah miliknya. Kendaraan tersebut setiap hari digunakan untuk mengangkut gabah dari desanya menuju penggilingan padi di Desa Kambangan, Kecamatan Lebaksiu.

Tidak Izin

Kemarin, kata dia, sebenarnya tidak ada jadwal mengangkut gabah ke tempat penggilingan padi. Dia pun tidak memerintahkan Tomi, yang menjadi karyawannya untuk mengeluarkan kendaraan dari garasi.

"Tapi, pukul 09.00 mobil sudah tidak ada di garasi, dan ternyata dibawa Tomi tanpa seizin saya. Dia biasanya kalau mau bawa mobil selalu minta izin. Tapi tadi (kemarin-red), dia tidak minta izin," ungkap Sugiarto.

Ia tidak habis mengerti, mengapa mobil sampai dibawa korban tanpa meminta izin dirinya. Padahal, selama ini korban dikenal sebagai orang baik, dan selalu melaksanakan tugas bila ada perintah.

Dia kemarin bersama orang tua korban, pasangan Kliwon (48) dan Tamimah (45), seharian berada di RSU dr Soeselo untuk mengurus pemulangan jenazah karyawannya untuk segera dimakamkan di desanya.

Sementara itu kedua orang tua korban masih terlihat shock, dan bahkan Ny Tamimah tampak tiada henti menangis, dan lalu pingsan begitu melihat mayat putranya di ruang gawat darurat RSU dr Soeselo.

Menurut Sugiarto, Tomi adalah anak kakak dari suami istri itu. Dia dipungut sejak kecil, dan sudah diakui sebagai keluarga sendiri. Pihak desa, hari itu juga langsung mengontak orang tua kandung korban yang tinggal di Jakarta.(Riyono Toepra-42a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA