logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 PANTURA
Line

KA BBM Tabrak L-300, Seorang Tewas

  • Mobil Terseret 300 Meter, Bak Terlepas

SLAWI-Kecelakaan menelan korban tewas antara kereta api (KA) barang pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan Mitsubishi L-300, Selasa kemarin pukul 10.30 WIB terjadi di perlintasan tak berpalang pintu, di Kelurahan Dukuhringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Lokasi kejadian itu, hanya beberapa ratus meter dari Kantor Sekretariat Pemkab Tegal atau Kantor Bupati Tegal. Tepatnya, lintasan tak berpalang pintu tersebut berada di belakang sebelah timur kantor kabupaten.

Suara benturan keras saat lokomotif yang menggandeng 18 rangkaian gerbong itu menabrak mobil, cukup menggagetkan sejumlah karyawan Pemkab yang tengah santai di kantin.

Demikian juga, warga yang tinggal di sekitar rel dan sejumlah pekerja yang sedang memperbaiki talud di sungai kecil desa itu menjadi terperanjat.

"Dueer...jantunge kaya pan copot. Kaget, runtag nemen. Suarane banter nemen (Der, jantungya seperti mau lepas. Kaget, gemetar sekali. Suaranya keras sekali-red)," tutur Narto (33), warga Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu.

Dia saat itu berada sekitar 20 meter dari lintasan tak berpalang pintu tersebut, sedang mengerjakan perbaikan talud di bawah jembatan rel KA.

Sehingga, bunyi benturan terdengar olehnya keras sekali.

Sarjono (55), warga Purwokerto yang naik KA BBM Pertamina tersebut mengatakan, saat itu kereta berjalan dari arah utara menuju selatan (atau arah Tegal ke Purwokerto).

Dia melihat dan mendengar; saat kereta sudah dekat perlintasan, sudah membunyikan tanda peringatan kalau kereta akan lewat.

Nekat Menerjang

Dalam waktu bersamaan, mobil pikap Mitsubishi L-300 nopol G-9045-HG nekat menerjang lintasan. Di perlintasan itu, atau pada km 15, kondisinya memang tidak memungkinkan kendaraan bisa berjalan cepat. Karena ada cekungan cukup dalam, sehingga kendaraan harus berjalan pelan-pelan.

Saat itu, Tomi Candra (20), warga RT 3 RW 5 Desa Karanganyat, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, yang mengemudikan pikap L-300 warna cokelat tua metalik, rupanya tidak mengetahui ada kereta akan lewat dan jaraknya sudah begitu dekat.

Saat berada di tengah perlintasan, dia mengurangi kecepatan, namun akhirnya ditabrak KA BBM dengan loko nomor CC 20162 yang dimasinisi Maslam (40) dengan pembantu masinis Slamet P (43).

Mobil langsung terseret sejauh 300 meter, dan bak belakang terlepas 15 meter dari perlintasan. Sedangkan korban terlempar dari dalam mobil, ketika mobil terseret sekitar 150 meter.

Sejumlah saksi mata mengungkapkan, saat korban terjatuh tangannya sempat melambai-lambai meminta pertolongan. Warga kemudian berbondong-bondong menolong korban.

Di tengah perjalanan menuju RSU dr Soeselo yang berjarak 600 meter, korban menghembuskan nafas terakhir.

Menurut Kasatreskrim, AKP Budi Herdi dan Kanitlaka Satlantas Polres Tegal, Ipda Abdul Rozak SH yang datang ke lokasi kejadian, korban mengalami luka berat di bagian kepala. Selain itu, ia banyak mengeluarkan darah sehingga nyawanya tidak tertolong dan tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. (D12-42a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA