| Rabu, 04 Agustus 2004 | OLAHRAGA |
Sesama Asia Timur di Partai PamungkasJINAN-Melalui pertandingan yang berlangsung menarik dan menegangkan, Jepang berhasil mengalahkan Bahrain 4-3 dalam partai semifinal pertama Piala Asia di Jinan, semalam. Dengan demikian Negeri Sakura ini tinggal selangkah lagi mempertahankan gelar juara, yang direbutnya di Lebanon empat tahun lalu. Mereka bakal menghadapi China di final. Dalam partai semifinal kedua yang berlangsung di depan 62 ribu penonton yang memadati Stadion Buruh Beijing, tuan rumah mengalahkan Iran lewat adu penalti. Kedua kesebelasan membagi angka sama 1-1. Adu penalti berakhir dengan skor 4-3. Shao Jiayi membuat China memimpin, melalui golnya pada menit ke-19. Lawannya yang pernah menjuarai Piala Asia tiga kali berturut-turut, menyamakan kedudukan pada menit ke-38 lewat Sayyed Mohammad Alavi yang melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Pada babak kedua Sayyed ditarik keluar. Dalam status sebagai pemain yang duduk di bangku cadangan, dia dikartu merah wasit pada menit ke-83, setelah berteriak protes dari pinggir lapangan terhadap keputusan wasit tidak memberi kartu merah pada pemain China yang melakukan tackling dari belakang saat pemain Iran memperoleh posisi amat menguntungkan menjelang masuk kotak penalti. Iran bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-48, karena Sattar Zare dikeluarkan wasit. Pada babak kedua dan perpanjangan waktu, kedua kesebelasan gagal menjaringkan sejumlah peluang emas. Kiper Liu Yunfei menjadi pahlawan adu penalti, setelah dia berhasil memblok tendangan penalti Iran yang diambil pemain belakang, Yahya Golmohammadi. Keberhasilannya itu membuat adu penalti berakhir dengan skor 4-3. Berbalik Unggul Pada partai semifinal pertama, Keiji Tamada menjadi penentu kemenangan Jepang, melalui gol yang dicetak pada babak pertama perpanjangan waktu. Piala Asia ternyata masih menggunakan perpanjangan waktu penuh, bukan sistem golden goal maupun silver goal. Disaksikan 32.000 penonton, Bahrain unggul lebih dulu ketika pertandingan baru berjalan enam menit melalui A'ala Hubail. Keunggulan tersebut bertahan sampai babak pertama usai. Anak-anak asuhan Zico menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-48 melalui Koji Nakata. Mereka malah berbalik unggul 2-1 berkat gol Keiji Tamada pada menit ke-55. Bahrain, negeri Timur Tengah yang hanya berpenduduk 700.000 itu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-71, kembali melalui A'laa Hubail. Pertandingan berkembang semakin menarik dan menegangkan ketika Duaij Naser mencetak gol ketiga untuk Bahrain pada menit ke-85. Jepang selamat dari kekalahan ketika Yuji Nakazawa mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3, menjelang injury time. Pertandingan harus dilanjutkan melalui perpanjangan waktu. Keiji Tamada mencetak gol keduanya. Dia menentukan kemenangan negerinya melalui serangan balik pada menit ke-93. Bahrain gagal untuk melanjutkan kejutan dan harus menerima kekalahan setelah beberapa pemain gagal memanfaatkan peluang emas. Pertandingan semifinal antara Jepang dan Bahrain agaknya merupakan salah satu partai terbaik selama turnamen itu. Tidak hanya karena banyaknya gol tercipta, tapi juga karena terjadi empat kali pergantian keunggulan. A'laa Hubail hampir saja memaksa pertandingan diakhiri melalui adu penalti. Dia gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang yang sudah kosong. (rtr, tok-22) |