logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 OLAHRAGA
Line

Aturan Perpani Rugikan Jateng

SEMARANG -Terbentur dengan aturan PB Perpani dari semula ada 10 medali yang disediakan dari ronde tradisional, sekarang di PON XVI Palembang hanya tinggal 4 medali, sehingga ketentuan ini cukup merugikan Jateng.

''Sejak PON XIII andalan Jateng di ronde tradisional. Akibat ada perubahan itu, akhirnya oleh KONI cabang panahan hanya dibebani dua emas. Tetapi kami bertekad bisa menyumbangkan lima emas, seperti perolehan PON XV Surabaya,'' janji Ketua Harian Pengda Perpani Jateng Drs HM Ischaq Anwar, sore kemarin.

Seperti yang terlihat hasil di PON XIII 1993, panahan berhasil menyumbangkan 8 emas 12 perak dan 5 perunggu, yang waktu itu satu medali emas dijanjikan bonus sebesar Rp 20 juta oleh KONI Jateng.

Tetapi ketika tidak ada bonus di PON XIV Jakarta, perolehan medali merosot tajam dari 8-12-5 menjadi 2-4-5. Baru PON XV yang kembali dirangsang bonus Rp 20 juta, perolehan medali ada peningkatan, 5-11-11. Dari jumlah itu, medali lebih banyak dihasilkan dari ronde tradisional.

Dari total jarak dan beregu putra/putri, sedangkan untuk ronde Perpani masih menyediakan 10 medali, ronde FITA ada delapan medali, karena masing-masing jarak dari dua nomor ini masih ada medalinya.

''Memang andalannya dari ronde tradisional, sehingga kalau dihitung Jateng rugi, karena andalan Jateng dari nomor tersebut. Terlihat hasil Kejurnas Januari 2004, Jateng masih mendominasi ronde tradisional,'' tandasnya.

Lima medali yang diincar, tiga dari ronde tradisional dari nomor beregu putra putri, perorangan putri atas nama Eni Kusni, Permadi Sandra dari ronde vita dan Agus Pancaji dari ronde Perpani. ''Semua itu kami dasarkan dari hasil Kejurnas.'' (C16-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA