| Rabu, 04 Agustus 2004 | OLAHRAGA |
KTI Akan Pertemukan Sutan-Daniel
JAKARTA - Komisi Tinju Indonesia akan menyelamatkan karier tinju Chrisjon. Agar juara WBA kelas bulu tersebut tetap bisa bertanding untuk mempertahankan gelarnya, semua pihak harus bahu- membahu menuntaskan kasus perselisihan antara Manajer/Pelatih Sutan Rambing dengan Promotor Daniel Bahari. ''Masalah Chrisjon adalah masalah intern KTI. Jangan sampai ada pihak luar yang memanas-manasi perselisihan yang terjadi antara Sutan dengan Daniel. KTI akan mempertemukan keduanya. Minggu depan kami akan meminta keduanya bertemu,'' ujar Ketua KTI Anton Sihombing kepada Suara Merdeka semalam. Menurut dia, KTI tidak mengenal adanya koordinator PABA dan WBA di Indonesia. Kedua lembaga tinju internasional tersebut tidak pernah memberikan surat pemberitahuan dan surat keputusan koordinator pada KTI. ''Pihak luar jangan campur tangan masalah ini. KTI harus bisa menyelesaikan kasus Daniel dan Sutan. Chrisjon harus tetap bisa bertanding wajib maupun pertandingan pilihan. Dia adalah aset bangsa. Kita harus bangga dengan prestasinya. Kita wajib memelihara prestasi dan gelar juaranya,'' tutur Anton Sihombing. Mencari Dana Dia menandaskan, KTI akan bertekad mencari dana agar Chrisjon tetap bisa bertanding. Dibutuhkan kerjasama semua pihak agar satu-satunya gelar juara dunia WBA di Indonesia itu tetap bisa bertahan. ''Hanya KTI, Manajer dan Promotor yang bisa berhubungan dengan WBA. Tidak dikenal koordinator. Masalah Sutan dan Daniel adalah masalah intern di KTI. Jangan ada orang luar memanfaatkan kesempatan ini. Utamakan kepentingan bangsa lewat Chris John,'' tegas Anton Sihombing. Anton Sihombing berharap Chrisjon bisa melakukan pertandingan wajib dan pilihan di Jakarta. Pertemuan antara Sutan dengan Daniel pada pekan depan harus menghasilkan keputusan yang nilainya positif untuk kelangsungan karier petinju Sasana Bank Buana itu. ''Sutan dan Daniel sama-sama berjasa dalam membesarkan Chrisjon. Masalah ini juga bukan masalah pribadi antara keduanya. Persoalan ini adalah persoalan bangsa. Saya masih yakin keduanya akan sadar dan kembali bersatu. Jangan sampai Chrisjon dikorbankan,'' ungkap Anton Sihombing. Walaupun tinju profesional terkait bisnis, ujarnya, namun nilai olahraga tetap harus dijunjung. Olahraga identik dengan persahabatan. Jadi Sutan dan Daniel mesti menekankan diri pada filosofi tersebut. ''Mari kita berpikir jernih. Persoalan Chrisjon mempertahankan gelar juga persoalan harkat dan martabat bangsa,'' ucapnya. (D3-57) |