| Rabu, 04 Agustus 2004 | NASIONAL |
Porseni Anak Panti Asuhan se-Provinsi JatengMenumbuhkan Kepercayaan dengan KreativitasTAMPAK begitu bahagia hati Listianita, saat berada di Aula Musdalifah Asrama Haji Donohudan, kemarin sore. Paling tidak itu terlihat dari senyumnya yang hampir tak pernah lepas dari bibirnya. Apalagi ketika dia tengah bercengkrama dengan teman-teman senasib. Listianita adalah salah satu anak asuh Panti Asuhan "Putri Aisyiah" Sukorejo, Kabupaten Kendal. Di aula tersebut, bersama 1.090 anak asuh dari ratusan panti asuhan di berbagai daerah lain, dia sedang mengikuti Pembukaan Pekan Seni dan Olahraga (Porseni) Anak Panti Asuhan se-Provinsi Jawa Tengah. Menurut rencana, Porseni yang khusus diikuti anak-anak panti tersebut diselenggarakan selama tiga hari. Terhitung sejak pembukaan kemarin, kegiatan lomba yang mempertandingkan olahraga dan seni itu akan berakhir Kamis (5/8) besok. Seperti yang dialami Listianita, kegiatan lomba olahraga dan seni yang meliputi tenis meja, bola voli, senam poco-poco, olah vokal, dan tari kreasi baru tersebut menjadi ajang kegembiraan ribuan anak panti yang menjadi peserta. Tak heran, jika keceriaan itu bukan hanya menjadi milik Listianita seorang. Namun, juga teman-temannya yang lain. Hanifah, anak Panti Asuhan Arrobitoh Pekalongan, mengunkapkan, "senang sekali, karena bagi saya ini pengalaman yang menarik. Selain bisa mengikuti lomba, juga bisa bertemu teman-teman senasib yang lain," ujar peserta tenis meja putri tersebut. Sementara bagi Tri Yuliana dari Panti Asuhan Muhammadiyah Cilacap, kegiatan itu menjadi sarana atau ajang penyaluran kreativitasnya. Khususnya di bidang olahraga tenis meja yang membuatnya menjadi peserta. Tumbuhkan Kepercayaan Wajah-wajah ceria memang tampak memenuhi Aula Musdalifah, kemarin. Ribuan anak panti yang tersebar di daerah Jawa Tengah berkumpul dalam satu ruang untuk mengikuti pembukaan Porseni tersebut. Hal ini menjadi tengara kegiatan yang digelar Dinas Kesejahteraan Sosila (Dinkesos) Provinsi Jawa Tengah tersebut tidak sia-sia. Setidaknya, jika kegiatan itu dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi anak-anak panti. "Namun, sebenarnya bukan hanya itu tujuannya. Ajang ini diharapkan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepercayaan dan harga diri anak-anak panti," ujar Drs Suwoko SH, Kepala Dinkesos Pemprov Jateng. Mengapa memiliki tujuan yang seperti itu? Menurut dia, karena anak-anak panti sering bersikap minder atau rendah diri. Hal itu disebabkan mereka merasa memiliki keterbatasan kapasitas sebagai penghuni panti. "Nah, kalau perasaan seperti itu tidak dikikis, maka bisa menjadi penghambat kemajuan mereka." Untuk memberikan semangat kepada anak-anak panti asuhan, digelarlah acara Porseni yang baru kali pertama diselenggarakan itu. Rasanya tidaklah berlebihan, menganggap pilihan sarana itu dikatakan bijaksana. Selain untuk menumbuhkan kepercayaan dan harga diri, kegiatan itu juga bisa menjadi sarana atau ajang penyaluran kreativitas anak-anak panti. Hingga mereka pun bisa menyalurkan minat dan bakat yang selama ini mungkin masih terpendam. "Selama ini, anak-anak memang sering mengikuti kegiatan ketrampilan. Termasuk dalam bidang olahraga dan kesenian. Hanya, selama ini memang belum banyak sarana dan ruang untuk menyalurkannya. Bagi saya kegiatan ini cukup bagus bagi anak-anak, khususnya untuk menyalurkan kreativitasnya," ujar Fatima, salah seorang pengurus Panti Asuhan Putri Aisyiah Sukorejo, Kabupaten Kendal. (Wisnu Kisawa-78r) |