| Rabu, 04 Agustus 2004 | NASIONAL |
Teman Sekolah Korban Kumpulkan Uang JajanKEMATIAN Yudianto, siswa kelas 6 SD Karangtengah 1, Kecamatan Ampelgading, Pemalang, meninggalkan perasaan pilu bagi teman-teman sekelasnya dan siswa SD itu pada umumnya. Dipelopori teman sebangku korban, Ardadia Hartono, para siswa mengumpulkan sisa uang jajan untuk diberikan kepada keluarga korban sebagai rasa duka. Dia, di mata Ardadia dan teman-teman lainnya, dikenal sebagai anak yang baik. Tidak pernah nakal, bahkan cenderung pendiam. Kalau punya uang sering mentraktir teman sekelas. Meskipun hanya sebuah jajan kecil, itu sangat menyenangkan. ''Kalau dia mentraktir teman-teman jajan, biasanya untuk minta bantuan menjawab soal saat ulangan. Saya sering ditraktir,'' cerita Ardadia didampingi rekannya, Agus, dan Kepala SD Karangtengah 1 Danuri SPd, kemarin. Ardadia berteman dengan korban sejak di bangku kelas V hingga naik kelas VI. Selama itu tidak pernah curhat mengenai persoalan yang sedang dihadapinya. Baik persoalan terhadap teman maupun persoalan keluarganya. Seolah-olah tak pernah mempunyai persoalan berat yang harus dipecahkan. Namun, tambah Ardadia, korban mengaku sering dimarahi ibunya. Tapi, tidak jelas kenapa dia sering dimarahi. Suatu hari dia pernah melihat di dalam tas sekolah korban ada banyak sekali uang ribuan. Ketika ditanyakan kepadanya, ternyata itu uang jajan yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit. Ardadia bertemu korban untuk yang kali terakhir saat pulang sekolah Sabtu (31/7) pukul 11.30. Korban tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Masih Ceria Perangainya masih ceria. Mereka berpisah di depan sekolah. Rumah mereka berjauhan, dan korban menggunakan sepeda. Sedangkan Ardadia jalan kaki. Beberapa saat setelah sampai di rumah pukul 14.00, dia mendengar temannya itu tewas gantung diri. Dia bersama rekan-rekan sekolah lainnya melayat. Sebagai rasa duka, kemarin, dia berinisiatif mengumpulkan sisa uang jajan dari rekan-rekan kelas I hingga VI. Ada yang memberi Rp 100, Rp 200, dan Rp 300. Terkumpul seluruhnya Rp 50.000. Uang itu akan diberikan kepada keluarga korban. Ditambahkan Danuri, pengumpulan uang itu memang inisiatif siswa yang dipimpin Ardadia. Pihak sekolah pun sudah memberikan uang duka Rp 100.000 pada saat pemakaman.(Saiful Bachri-42t) |