| Rabu, 04 Agustus 2004 | NASIONAL |
Keberhasilan PSS Jadi Sumber MotivasiSEMARANG-Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya masih menjadi momok bagi para pemain PSIS. Di stadion tersebut, mereka jarang sekali bisa mengalahkan musuh bebuyutannya, Persebaya. Bahkan, ketika lawannya menghadapi konflik internal di KLI VIII dan terdegradasi pun, pasukan Mahesa Jenar tetap tidak bisa menundukkan tim berjuluk Bajul Ijo di stadion tersebut. Seolah-olah tradisi kalah sudah melekat pada PSIS saat bertanding di sana. Wajar jika mantan pelatih PSIS Sartono Anwar sering mengatakan, Gelora 10 November angker bagi anak-anak Semarang. Mampukah pada pertandingan Rabu (4/8) sore ini PSIS memecahkan mitos tersebut? Untuk pertandingan itu, anak-anak Semarang terinsiprasi keberhasilan tetangganya, PSS Sleman. Keberhaslan anak-anak asuhan Daniel Roekito itu menjadi sumber motivasi. ''Jika mereka bisa dikalahkan PSS pada pertandingan kandang, bukan tidak mungkin kami juga bisa mengalahkannya. Kami akan berusaha sekuat tenaga dan tetap fight walau bermain di kandang lawan,'' tegas kapten tim Indriyanto Nugroho. Tentu saja, atmosfer ''permusuhan'' yang sudah ''turun-temurun'' terhadap Persebaya tetap melekat pada anak-anak asuhan Herry Kiswanto. Sebagai lawan bebuyutan, timnya tidak mau mengalah begitu saja terhadap anak-anak asuhan Jacksen F Tiago. Minimal, satu poin harus bisa dibawa pulang. ''Kami tidak ingin pulang ke Semarang dengan tangan hampa. Minimal satu poin harus bisa kami raih di pertandingan lawan Persebaya nanti. Syukur-syukur bisa mengikuti jejak PSS yang berhasil mencuri tiga poin,'' ujar mantan pemain PSSI Primavera itu. Lebih Ngotot Pada pertandingan yang bakal disiarkan langsung antv itu, memang bakal menarik dan seru. Kedua kesebelasan masih sama-sama terluka akibat kekalahan yang dideritanya. PSIS dikalahkan Persela Lamongan 0-1, sedangkan Persebaya dipermalukan PSS 0-1. Bukan tidak mungkin tuan rumah akan lebih ngotot untuk memenani partai ini. Uston Nawawi dan kawan-kawan tentu tidak ingin dipermalukan tim tamu di depan pendukungnya untuk kali kedua. Namun, lawannya juga akan ngotot untuk mencuri poin. ''Untuk bisa mencuri poin, kami harus lebih percaya diri. Kekalahan lawan Persela lalu sudah bisa dilupakan pemain. Namun, kami tetap harus mewaspadai kebangkitan Persebaya. Faktor nonteknis mereka di pertandingan kandang cukup kuat,'' ungkap Indriyanto yang akrab di sapa Nunung. Kekuatan PSIS di pertandingan klasik itu akan semakin meningkat. Idrus Gunawan dan Purwanto yang absen pada pertandingan sebelumnya karena akumulasi kartu kuning, sudah bisa main. Selain itu, I Komang Putra yang baru saja pulang dari China membela timnas di Piala Asia, sudah siap diturunkan. Sedangkan Agung Setyabudi tidak akan diturunkan karena masih cedera. ''Jika Persebaya bermain seperti menghadapi PSS lalu, peluang kami untuk mencuri poin bsia fifty-fifty. Apalagi di pertandingan itu kami akan bermain full team,'' kata gelandang bertahan Khair Rifo. Bagaimana dengan kekuatan Persebaya? ''Kedua pemain sayap mereka sangat berbahaya. Jadi, perlu diwaspadai. Pressingketat harus diberlakukan kepada lawan agar tidak bisa mengembangkan permainan,'' ujar mantan pemain Persija Jakarta Pusat itu. (H13-22) |