| Rabu, 04 Agustus 2004 | SEMARANG |
Mayat Ditemukan di Hutan"Kuharap Kamu Jadi Pasangan Hidupku"GROBOGAN - Warga Desa Juworo Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan dikejutkan oleh penemuan mayat laki-laki tak dikenal di hutan RPH Getas, BKPH Monggot, tepatnya di Dusun Besole, Juwono, Geyer, Selasa (3/8) sekitar pukul 09.00. Diperkirakan mayat lelaki berambut panjang lurus itu berumur 40 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan baju pendek krem dan celana jins. Lalu, di tangannya tertempel sebuah jam tangan merek Alba dan memakai sandal merek Hammer. Di kantongnya ditemukan uang Rp 5.000. Selain itu, ditemukan pula satu slop rokok Dji Sam Soe dan dua buah rokok Djarum. Ketika ditemukan, hidung mayat mengeluarkan darah dan mulutnya kehitam-hitaman. Wajah dan dada korban juga tampak hitam memar. Penyebab kematian korban masih diselidiki polisi. Meski demikian, beredar kabar bahwa lelaki itu diduga meninggal dunia karena meminum zat kimia. Sebab, tak jauh dari tempat itu ditemukan sebuah botol air minuman berukuran sedang berisi air yang diduga minuman keras. Tak hanya itu, sekitar 10 meter dari lokasi mayat juga ditemukan sebuah botol berukuran 600 ml. Di dalamnya terdapat secarik kertas bertuliskan "Dewi, jujur saja aku sangat mencintai dan perlu kamu, ketahui aku berharap kamu jadi pasangan hidupku kelak. I love you from Wahid". Apakah botol itu milik korban, masih belum jelas. Pada awalnya, lelaki nahas itu ditemukan warga sekitar yang akan bepergian ke Solo. Warga melihat korban terduduk di timur gubuk tunggu di hutan itu. Karena curiga, warga tersebut kemudian memberitahukan adanya mayat itu kepada warga lain dan polisi. Korban langsung dibawa ke RSUD Purwodadi untuk diperiksa. Hingga kini polisi masih menyelidiki penemuan mayat tersebut. Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Widiatmoko SIK belum mengetahui secara persis identitas korban. Pihaknya sudah mengumumkan penemuan itu melalui radio. Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui persis penyebab kematian lelaki tak dikenal tersebut. Sebab, baru dilakukan visum oleh dokter RSUD Grobogan. "Sepertinya tidak ada tanda-tanda kekerasan." Soal kemungkinan meminum zat kimia, dia mengatakan, di sekitar lokasi penemuan mayat tersebut memang ditemukan sebuah botol berisi cairan. "Apakah cairan tersebut zat kimia atau bukan, masih perlu diteliti," ujarnya. (H3-91e) |