logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Tepat, Penyaluran Dana Pasien Miskin

  • Hasil Audit Tim Bawasda

KENDAL - Tim pemeriksa Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Kabupaten Kendal menyimpulkan, hasil audit penyaluran dana untuk Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS BBM) Bidang Kesehatan di RSUD dr Soewondo tidak menyimpang.

Berkaitan dengan hasil pemeriksaan keuangan itu, Bawasda ikut merekomendasikan pemberian suntikan dana segar untuk program perawatan pasien tidak mampu /miskin bagi rumah sakit, yang kini mulai menipis.

"Hasil audit empat anggota tim Bawasda bidang kesejahteraan sosial terhadap laporan penyaluran dana pasien miskin RSUD dr Soewondo, secara administratif tak ada penyimpangan. Artinya, dana PKS BBM Bidang Kesehatan itu disalurkan sesuai dengan peruntukannya," tandas Kepala Bawasda Zaenal Abidin SH MKn, didampingi Ketua Tim Audit PKPS BBM Drs M Subcan kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, keputusan tersebut tidak hanya diperoleh dari hasil pemeriksaan laporan keuangan rumah sakit. Sebab, tim juga menyurvei langsung sejumlah pasien miskin yang masih dirawat serta yang telah sembuh dan pulang ke rumahnya.

Seperti diberitakan (SM, 3/8), memasuki semester kedua tahun ini (periode Juli-Agustus) cadangan dana untuk keperluan perawatan pasien miskin (PKPS BBM Bidang Kesehatan) RSUD dr Soewondo Kendal menipis. Cadangan dana dari bantuan ABPB II dan APBN Pusat, serta sisa dana serupa pada 2003, kata Direktur dr Sri Rahayuningsih MARS, dinilai tak lagi mencukupi untuk kebutuhan perawatan pasien miskin pada semester kedua.

"Berdasar laporan keuangan yang kami terima, dana PKPS BBM RSUD Soewondo 2004 diperoleh dari bantuan APBD II Rp 500 juta. Dana itu disalurkan untuk pasien miskin yang menjalani rawat jalan 341 orang dan rawat inap 278 orang. Waktu perawatan secara keseluruhan 1.551 hari. Penggunaan dana yang direkap untuk kebutuhan ini Rp 499. 976.800 atau pada awal Juli tersisa Rp 23.200," kata Zaenal.

Adapun bantuan dana APBN tahap pertama Rp 300 juta. "Dana APBN disalurkan untuk pasien miskin rawat jalan 288 orang dan pasien rawat inap 296 orang. Total waktu perawatan 844 hari. Biaya yang disalurkan Rp 369. 860. 000. Kekurangan biaya Rp 69.860.000 diambilkan dari sisa dana bantuan pada 2003 sebesar Rp 151.721. 853. Jadi, dana yang tersisa pada awal Juli Rp 81.885.053." (G15-91e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA