| Rabu, 04 Agustus 2004 | SEMARANG |
Prihatin Lagu "Cucakrowo" Buat VCD Tembang AnakUNGARAN- Menjamurnya lagu campur sari berlirik dewasa seperti Cucak rowo, Mendem Wedokan, Rondho Kempling dan Bojo Loro, membuat Bupati Semarang Bambang Guritno SE MM, gerah. Pasalnya, lagu-lagu itu ternyata justru lebih dihafal anak-anak daripada tembang dolanan yang liriknya lebih mendidik. Itu sebabnya, dalam waktu dekat dia berencana meluncurkan 10.000 keping CD dan VCD tembang Jawa dolanan yang digarap bersama pelajar SMP Alternatif Qaryah Thayyibah kepada masyarakat dan sekolah-sekolah. "Anak-anak kita saat ini terjejali lagu-lagu yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan emosionalnya. Lebih ironis lagi, banyak lagu anak-anak hanya dijadikan lahan bisnis," ujar Bambang yang mengaku terinspirasi ide Drs Bahruddin, penggasas berdirinya Qaryah Thayyibah. Rencananya, album tersebut akan berisi lima belas tembang antara lain Esuk-Esuk Srengenge, Paman Tukang Kayu, Jago Kate, Pitik Tukung, Sarsur Kulonan dan Plek Mplek Ketepu. Sementara Bupati sendiri akan menyanyikan lima lagu yakni Buto-Buto Galak, Sinten Numpak Sepur, Kidang Talun, Padhang Rembulan dan Pelem-Pelem Mentah. Proses syuting untuk video klip dilakukan akhir Juli hingga awal Agustus ini. (rei-91) |