logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Areal Bertambah, Harga Gabah Turun

  • Bungaran: Laporkan Pengecer Pupuk yang Nakal

DEMAK- Menteri Pertanian Prof Dr Ir Bungaran Saragih mengemukakan, menurunnya harga gabah di tingkat petani saat ini disebabkan produksi dan luas areal tanam bertambah.

Tahun 2003, misalnya, produksi gabah semula 52,1 juta ton, naik menjadi 53,7 juta ton tahun 2004. "Dengan demikian, harga gabah saat ini belum bisa dikatakan menurun. Karena memang produksinya melimpah dan banyak daerah melakukan panen padi," kata Bungaran Saragih saat meninjau Gudang Perum Dolog 103 Demak dan CV Mutiara Prima, perusahaan penggilingan padi di Jl Raya Jebor, Demak, kemarin.

Rombongan Menteri terdiri atas Kepala Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (BMKP) Jateng Ir Edi Sutanto MM, Sekretaris Dra Kristina MM, Ir Tarwoko,dan Ir Aris Budiyono (BMKP). Lalu, Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan Pusat Ir Karman Nainggolan.

Mentan belum berani memastikan apakah penyebab penurunan harga gabah tingkat petani itu akibat beredarnya beras impor ilegal di pasaran. "Mari kita sama-sama menangkap jika ada pengimpor beras ilegal. Tentu saja harus disertai dengan bukti-bukti terhadap penyelundupan beras impor ilegal itu," ingat Bungaran Saragih.

Mentan sempat berdialog dengan petani asal Demak dan Grobogan. Pada kesempatan itu, beberapa petani mempersoalkan mahalnya harga pupuk dibandingkan dengan harga gabah di tingkat petani.

Muhtar dari kelompok tani "Randu Sari" di Desa Jatisono, Gajah menyatakan, harga gabah kering simpan (GKS) dengan kadar air 15 -16% laku terjual Rp 1.250/kg. Sementara har ga sarana produksi padi (saprodi) relatif mahal.

Bahkan mencari pupuk di pasaran juga langka. "Padahal dulu, saat Pak Menteri datang di Desa Surodadi, Gajah, harga pupuk semula Rp 1.250/kg turun menjadi Rp 1.050/kg. Namun sekarang harga pupuk melonjak menjadi Rp 1.400/kg," kata Muhtar.

Menanggapi hal itu, Menteri Bungaran meminta pada petani untuk melaporkannya jika terdapat pengecer menjual pupuk Rp 1.400/kg-Rp1.500/kg. "Nggak usah takut pada menteri, bupati dan pejabat lainnya. Kalau harga pupuk di pasaran mahal, ya laporkan pada saya. Karena pupuk di tingkat pengecer seharga Rp 1.050/kg." (F2- 91)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA