| Rabu, 04 Agustus 2004 | SEMARANG |
Penyakit Kuning Serang 345 Hektare TembakauKENDAL- Tanaman tembakau seluas 345,85 ha di Kabupaten Kendal kini terserang penyakit kuning daun. Penyakit yang muncul akibat akar tanaman putus itu menyerang secara merata seluruh lahan tembakau di beberapa kecamatan. Akibatnya, petani rugi ratusan juta rupiah. Sebab, tanaman yang terserang penyakit dipastikan tak bisa dipanen musim ini. Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Kendal, secara keseluruhan lahan tembakau di wilayahnya memiliki luas 6.917 ha. Dari total luas lahan tersebut, 5% atau 345,85 ha terserang penyakit kuning daun. "Penyakit daun kuning itu bukan disebabkan oleh hama, melainkan karena faktor teknis pengelolaan lahan sebelum penanaman tembakau. Misalnya, pengelolaan lahan kurang bagus dan petani mengejar masa tanam," kata Kepala Disbunhut Ir Sri Purwati, kemarin. Dia mengatakan, yang dimaksud pengelolaan lahan kurang bagus adalah persiapan lahan saat menanam tembakau belum maksimal dalam pengeringan. Lahan untuk penanaman bibit tembakau tidak boleh basah oleh air. Dia menyebutkan, kondisi itu terjadi pada lahan bekas tanaman padi dan bawang. "Kebutuhan air di lahan tanaman tembakau sesuai dengan kebutuhan atau disiram, bukan direndam secara berlebih." Dia juga mengatakan, akibat saat penanaman lahan masih basah, akar tanaman tembakau pun rentan putus ketika lahan itu mulai mengering. "Karena akarnya putus, tanaman tembakau pun layu sehingga daun menguning. Penyakit ini juga dipengaruhi oleh tingginya sisa rendemen pupuk yang seharusnya tidak dikonsumsi tanaman tembakau. Kondisi ini biasanya terjadi di lahan bekas tanaman bawang merah, yang penanamannya menggunakan pupuk kimia dalam jumlah besar." Dia mengatakan, penyakit daun kuning pada umumnya menimpa tanaman tembakau yang ditanam Mei. Kondisi tersebut tidak akan terjadi pada penanaman Juni. Mengenai upaya untuk mendongkrak harga tembakau yang beberapa tahun ini merosot tajam, Sri Purwati mengemukakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang beberapa pengusaha pabrik rokok. "Saat ini harga tembakau panenan perdana, khususnya tembakau Weleri, pada kisaran Rp 40.000 - Rp 50.000/kuintal. Adapun tembakau kering Rp 5.000/kg. Idealnya harga tembakau kering Rp 13.000/kg. Bila harga jual di bawah itu, petani dikhawatirkan tidak dapat mengembalikan modal usahanya." (G15-89i) Penyakit Kuning Daun pada Tembakau Kendal Luas serangan: 345,85 hektare Penyebab: lahan belum siap tanam, rendaman berlebih Spesifikasi: Tembakau tanaman Mei Dampak: Panen gagal, kerugian ratusan juta rupiah Antisipasi: Tidak ada, karena faktor nonhama Masalah lain: harga tembakau ren dah (Rp 40.000 - Rp 50.000/kuintal). |