| Rabu, 04 Agustus 2004 | SEMARANG |
''Yang Penting Berobat Gratis''WAJAH Rohmiyati (50), warga RT 5 RW 13, Kelurahan Tanjung Mas, tampak sangat ceria. Sambil menggendong sebuah bingkisan yang baru saja diambilnya dari tenda sembako, dia bergegas menuju ke tenda pelayanan kesehatan. Dia mengaku sengaja mengambil bingkisan terlebih dahulu sebelum memeriksakan kesehatan. ''Kalau tidak begitu, nanti tidak kebagian. Kalau sudah dapat begini kan tenang,'' tuturnya di sela-sela Bakti Sosial Ketua Umum Darma Pertiwi Ny Endriartono Sutarto di lapangan Tambakrejo, Selasa (3/8) pagi. Berbeda dari Rohmiyati, Ny Supinah tampak tidak sebahagia Rohmiyati. Wanita berusia 55 tahun warga RT 3 RW 13 Tambaklorok itu mengaku tidak mendapat girik untuk mengambil bingkisan bahan kebutuhan pokok. ''Tulang lutut saya ini lo, lama sekali rasanya cumpleng. Kalau berobat di dokter bisa habis Rp 20.000 - Rp 25.000. Bila di puskesmas Rp 3.000. Belum ongkos becaknya, tambah biaya lagi. Di sini bisa gratis, lumayan ngirit ongkos,'' tuturnya. Acara yang juga dihadiri para istri perwira, Wali Kota Sukawi Sutarip, dan Ny Evi Mardiyanto itu hanya membagikan 2.000 paket bingkisan dan alat tulis. Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua Umum Darma Pertiwi Ny Andi Endriartono Sutarto. Setelah baksi sosial di Tambaklorok, rombongan mengunjungi istri-istri prajurit Yonif 400 Raiders Srondol. (Karyadi-89) |