| Rabu, 04 Agustus 2004 | SEMARANG |
Atasi Kerusakan, 313 SD Direhab
SEMARANG-Dinas Pendidikan Kota Semarang memprioritaskan 313 gedung SD untuk direhabilitasi. Menurut Kasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar (Dikdas) Bedjo Susanto, perbaikan 313 gedung SD dilakukan dalam dua tahun terakhir sebagai antisipasi kerusakan lebih lanjut. ''SD-SD tersebut rusak kap, atap, dan temboknya. Kalau tidak diperbaiki, kerusakan itu akan bertambah parah,'' katanya, Selasa (3/8). Biaya perbaikan 313 gedung SD dari 670 SD dan 76 gedung MI yang tersebar di 16 kecamatan, kata Bedjo, menggunakan bantuan kontingensi rehabilitasi SD/MI dari Pemkot dan dilakukan bertahap dalam tiga tahun terakhir. Rehabilitasi SD/MI pada 2002 menelan biaya Rp 6.347.910.000, sedangkan pada 2003 Rp 7.516.700.000. Lalu, pada 2004 menelan biaya Rp 3.480.500.000 untuk rehabilitasi 313 gedung SD, 8 gedung MI, 1 gedung PKBM, 1 TK, dan 16 gedung cabang Dinas Pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sudjoko yang ditemui mengemukakan, tingkat kerusakan SD-SD tersebut tidak parah. ''Gedung SD tersebut masih bisa digunakan untuk proses pembelajaran. Kerusakannya hanya 20%,'' katanya. Sudjoko menambahkan, proses rehabilitasi SD-SD tersebut melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. ''Namun, beberapa wilayah kondisinya tidak memungkinkan,'' ujarnya tanpa memerinci lebih lanjut. Dari pengajuan anggaran yang disetujui Pemkot, Sudjoko menerangkan, setiap SD mendapat dana bantuan bervariasi dari Rp 20 juta hingga Rp 25 juta dan diberikan beberapa tahap. ''Setelah itu, Dinas Pendidikan dan instansi terkait mengevaluasi secara periodik,'' imbuhnya. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah dana tersebut digunakan secara benar atau tidak serta mengetahui tingkat partisipasi warga sekitar. Menanggapi kerusakan SDN 4 Ngaliyan, dia mengemukakan, hanya SD tersebut yang rusak cukup parah. ''Kondisi SD-SD lain lebih baik,'' katanya. Pengelolaan SDN 4 Ngaliyan, tambah dia, diambil alih oleh Pemkot karena berkaitan dengan proses pemindahan SD tersebut ke Gunung Kelir. Pihaknya sekarang menunggu realisasi dari PT Indo Perkasa Usahatama (PT IPU) dan Pemkot tentang relokasi gedung SD tersebut agar proses belajar siswa tidak terganggu berlarut-larut. ''Sebenarnya pembangunan SD tersebut belum begitu lama, tapi kalau dibangun lagi akan sia-sia.'' (wid-91e) Gedung SD/MI yang Direhabilitasi Tahun 2004
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||