| Rabu, 04 Agustus 2004 | SEMARANG |
Segera Dibangun 74 SMK Kecil di Jateng
SEMARANG-Pada tahun anggaran 2004 pemerintah akan membangun 74 SMK kecil di seluruh Jawa Tengah dengan berbagai pos anggaran. Empat puluh sekolah di antaranya dibangun di pondok pesantren. Direktur Pendidikan Kejuruan Ditjen Dikdasmen Depdiknas Dr Ir Gatot Hari Priowiryono mengemukakan, dalam waktu bersamaan di seluruh Tanah Air akan segera dibangun 280 SMK dengan dana pusat dan 40 di antara di provinsi ini. ''Pendirian SMK kecil ini diutamakan di daerah yang miskin taraf kehidupannya,'' katanya di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jateng, Selasa (3/8). Menurut dia, keberadaan SMK kecil di wilayah terpencil dimaksudkan untuk mengurangi angka pengangguran dan menyiapkan tenaga terampil di Indonesia. ''Pendirian SMK kecil disesuaikan dengan situasi lingkungan sekitar dengan mempertimbangkan keberadaan SMP setempat,'' katanya. Mengenai pengajarnya, menurut Gatot, bisa diusahakan dari guru SMK terdekat atau masyarakat sekitar yang dianggap mampu. ''Ini merupakan upaya pemerintah mengatasi pengangguran dan kurangnya tenaga terampil di bidang pembangunan,'' katanya menjelaskan tujuan pendirian SMK, community college, dan politeknik yang sedang gencar dilakukan Depdiknas. Gatot mengatakan, berkaitan dengan mobilitas guru di SMK kecil, pihaknya memberikan satu unit mobil training untuk Jateng. ''Guru yang mengajar di SMK kecil merambah dua kabupaten terdekat. Mobil itu diharapkan bisa melayani kepentingan pendidikan kejuruan,'' harapnya dalam pertemuan dengan Kepala Dinas P dan K Jateng Drs Suwilan Wisnu Yuwono MM yang didampingi Waka Dinas Drs Rodjikin MM, Kasubdin Dikmen Drs Nur Hadi Amiyanto MEd, dan Kasi SMK Drs Sardji. Sementara itu, Nur Hadi Amiyanto mengemukakan, Jateng pada tahun anggaran 2004 sebanyak 40 SMK kecil akan ditempatkan di 40 pondok pesantren. Selain itu, dengan dana dekonsentrasi, akan dibangun 17 SMK kecil di 17 SMP dan 11 SMKK serta 6 SMKK baru dengan dana APBN. Menurut dia, bantuan akan diluncurkan dalam waktu dekat ini dengan pola block grant. ''Saya berharap akhir bulan ini sudah dapat dilaksanakan sekaligus menandai peluncuran unit mobil training.'' Dia juga mengatakan, pemilihan lokasi pendirian SMK kecil di Jateng telah melalui pertimbangan matang. ''Kami berharap daerah yang ditempati akan lebih berkembang, karena jurusan yang dibuka disesuaikan dengan kondisi dan potensi setempat,'' harapnya. (wid-89) |