logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Minta Pekerjaan, Dicabuli Seorang Kakek

SEMARANG TIMUR-Ulah Ngardi (75) dinilai keterlaluan. Kakek penjual rokok di sekitar bundaran Bubakan, Jalan Agus Salim itu mengaku telah mencabuli anak di bawah umur, AM (16) warga Desa Lengkong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Selasa (3/8). Dia kemudian ditahan aparat Polsek Sidodadi.

Korban hingga siang kemarin masih trauma atas kejadian itu. Peristiwa itu bermula ketika korban merantau ke Semarang untuk mencari pekerjaan. Dia datang ke Semarang, Senin (2/8) pukul 17.00. Remaja putus sekolah setingkat SLTP itu kemudian mampir ke sebuah masjid di Jalan Tawang untuk tidur. Keesokan harinya, dia mulai berkelana mencari pekerjaan.

Selasa (3/8), dia mendatangi tersangka yang sedang menunggui rombong rokoknya di sekitar bundaran Bubakan Jl Agus Salim. Dia meminta agar dicarikan pekerjaan apa saja. Oleh kakek beranak lima itu, dia dijanjikan pekerjaan tanpa menyebutkan jenis pekerjaannya.

''Saya kemudian diajak ke bawah jalan layang Jl Arteri Citarum (tanggul-red). Di sana saya sebelumnya sempat diminta mandi terlebih dahulu,'' katanya.

Usai mandi, kakek itu melarangnya mengenakan baju dan celana. Korban kemudian dipaksa ditidurkan di atas amben dan langsung didekapnya kuat-kuat. Bahkan tersangka sempat meminta yang 'aneh-aneh', namun korban menolakknya.

''Tidak tahu, kenapa saya tidak berdaya didekap orang itu. Mungkin saya digendam dulu. Saya diberi uang Rp 5.000 setelah peristiwa terjadi,'' kata korban.

Korban baru bisa lepas dari cengkeraman setelah hasrat Ngardi terlampiaskan. Berpura-pura ingin buang air kecil, korban kemudian kabur dan melapor ke aparat Polsek Semarang Utara. Tersangka kemudian ditangkap polisi dari rombong rokoknya. Karena perbuatan itu terjadi di wilayah Semarang Timur, aparat Polsek Semarang Utara melimpahkan kasus itu ke Polsek Sidodadi.

Kepada polisi, Ngardi mengakui perbuatannya. Dia mengaku terangsang ketika melihat pemuda ganteng berkulit putih bersih. Hal itu merupakan perbuatannya yang kali kedua, setelah perbuatan yang sama dia lakukan ketika masih muda.

''Terus terang, saya senang melihat pemuda ganteng. Apalagi ketika dia mendekat, saya sangat terangsang,'' akunya di depan polisi.(G5-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA