| Rabu, 04 Agustus 2004 | SEMARANG |
Anak Gadis Diculik, Seorang Ibu Lapor ke PolisiSEMARANG UTARA-Ujian berat dialami seorang ibu, Tarwiyah (55), warga Jl Udowo Timur I/25. Anak gadisnya, Herningrum (16), sudah lebih dari seminggu tidak pulang, sejak kepergiannya Senin (26/7) lalu. Dia menduga anaknya diculik Deni Suhartono (31), warga Jl Pucangkarya, Kompleks Perumahan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Dia kemudian melaporkan kasus itu ke aparat Polsek Semarang Utara, Senin (2/8) petang. Laporannya ke polisi merupakan salah satu cara setelah upayanya meminta tolong sejumlah paranormal buntu. Kini dia hanya bisa berharap atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, agar anaknya kembali ke pangkuannya. Pelaku Deni Suhartono, adalah mantan pacar kakak Herningrum, Hartini (31), yang berjualan di sekitar Jalan Beringin. Deni berpacaran dengan Hartini sudah sejak tiga bulan lalu. Namun belakangan, justru Deni menyulik anak Tarwiyah yang ke sembilan dari 11 bersaudara, Herningrum. ''Saya memastikan anak saya diculik, karena saat mengajaknya tidak meminta izin lebih dahulu kepada saya. Saat pergi, anak saya berseragam layaknya hendak berangkat sekolah,'' katanya. Deni adalah sopir sebuah perusahaan jasa traveling di sekitar Jl Beringin. Deni mengenal Herningrum dari Hartini. Saat itu Herningrum masih duduk di bangku SMP, tetapi kini sudah duduk di kelas 1 SMA swasta di Semarang. Deni diduga juga menaruh hati kepada Herningrum. Mengkhianati Selama dekat dengan Hartini, kata dia Deni telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan keluarganya. Dia pernah menggelapkan motor Smash milik Hartini. Belakangan motor itu diketahui telah digadaikan kepada seorang yang tinggal di sekitar Jalan Arteri Yos Sudarso. Akhirnya motor itu ditebusnya Rp 2 juta dari orang menerima gadai dari Deni. Deni tidak kapok. Uang tagihan dagangan milik sejumlah anaknya yang lain, Haryani Rp 800.000, Haryoko Rp 200.000 dan uang SPP milik Herningrum Rp 50.000 juga diembat. Hingga kini tidak ada pertanggungjawabannya. Awal mula penculikan terjadi, Minggu (25/7), Joko teman Deni menghubungi Herningrum lewat telepon. Dari informasi yang diterimanya, Joko mengatakan Deni ingin bertemu dengan anaknya tanpa diketahui secara jelas lokasinya. Dia tidak sadar, bila keberangkatan Herningrum pada Senin (26/7) itu pertemuannya yang terakhir. Sejak saat itu, dia tidak pulang-pulang. ''Saya tahu Herningrum pergi bersama Deni setelah diberitahu teman sekolah anak saya. Katanya, Selasa (27/7), anak saya bersama Deni berboncengan sepeda motor menuju ke arah Tanah Mas. Saat itu, anak saya sudah tidak mengenakan seragam sekolah,'' tuturnya memelas. (G5-64) |