logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Metro Disarankan Dibeli

BALAI KOTA-Di tengah-tengah ketidakmauan pedagang pasar krempyeng yang menempati Jl MT Haryono Peterongan pindah ke lokasi baru di belakang Pasar Peterongan, muncul wacana agar Pemkot membeli bangunan Metro Biliar.

Apabila bangunan berlantai dua yang sebagian bangunannya tidak berfungsi maksimal itu dimiliki Pemkot, dapat dijadikan pasar untuk menampung para pedagang itu. Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Priyo Anggoro SH MSi, ketika dimintai tanggapan tentang wacana itu mengakui, akhir-akhir ini memang ada usulan dari masyarakat agar Pemkot membeli bangunan itu.

Secara pribadi dia mengakui, mendukung apabila Pemkot membeli aset itu. Sebab tempat itu bisa dipakai menampung luapan para pedagang yang berjualan di Pasar Peterongan dan sebagian tumpahan pedagang di Jalan MT Haryono, antara perempatan Peterongan dan Java Supermal.

Usulan itu, kata Priyo memang sejalan dengan agenda Pemerintah Kota selama ini, yakni berusaha menambah aset pasar. Sekarang pun, kata alumnus Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto ini, Dinas Pasar sedang berupaya memperluas Pasar Karangayu. ''Kami sudah melakukan pendekatan kepada delapan pemilik rumah dan satu gedung di belakang Pasar Karangayu. Kalau mau dibeli, maka dapat digunakan untuk perluasan Pasar Karangayu,'' kata dia mencontohkan.

Menyinggung langkah lanjutan dari penertiban pedagang yang berjualan di Jalan MT Haryono, Dinas Pasar Kota tidak lagi menarik retribusi kepada para pedagang. ''Kami mulai Minggu (2/8) tak lagi menarik retribusi itu,'' kata dia.

Diakui, Dinas Pasar sebelumnya menarik retribusi kepada pedagang. Yakni retribusi kebersihan dan sewa lahan. Retribusi itu selama ini masuk ke kas daerah melalui Rayon Pasar Peterongan. Namun, Priyo menyatakan bukan berarti dengan penarikan itu Pemkot melegalkan tempat tersebut sebagai tempat jualan. Namun retribusi itu sebagai ganti jasa kebersihan di tempat tersebut.

Menyinggung tempat baru bagi pedagang yang berlokasi di antara Koplak dan Bugel (belakang Pasar Peterongan), Priyo menuturkan tempat itu saat ini sudah representatif untuk menampung pedagang yang biasa berjualan antara pukul 23.00 sampai 06.00 itu. ''Lampu penerangan sudah disediakan,'' tuturnya.

Di temui terpisah, Kepala Kantor Satpol PP, Drs Tommy Y Said, menjelaskan, sebenarnya para pedagang bersedia pindah ke lokasi baru. Namun karena masih diprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu, mereka akhirnya masih bertahan di lokasi yang lama.

''Bahkan mereka sempat mancing-mancing emosi personel Satpol PP agar bertindak anarkis kepada pedagang,'' ucapnya.Namun dengan langkah persuasif, Satpol PP tetap konsisten meminta para pedagang itu agar pindah ke lokasi yang baru.(G17,H1-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA