| Rabu, 04 Agustus 2004 | KEDU & DIY |
Jalan Lintas Selatan Segera DigarapPURWOREJO-Jalur jalan lintas selatan (JLS) Banten-Banyuwangi, diharapkan selesai sekitar lima sampai 10 tahun ke depan. Kalau jalur itu jadi, diperkirakan akan lebih diminati para pemakai jalan. Sebab bila dibanding jalur pantura, jalur selatan lebih pendek jaraknya. ''Jalur JLS Jawa Tengah sepanjang 212 kilometer; sedangkan jalur pantura sekitar 350 kilometer. Kalau JLS jadi, minat masyarakat untuk menggunakannya diamungkinkan lebih tinggi,'' kata Ir Yusid Toyib MSc, dari Departemen Kimpraswil Jakarta. Dia mengemukakan hal itu dalam acara sosialisasi kebijakan pengembangan Kawasan Bahari Terpadu (KBT) di pendapa Kabupaten Purworejo, Selasa kemarin. Diperkirakan, jalur yang melalui beberapa provinsi itu panjangnya 1.400 km sampai 1.600 km. Untuk rencana membuka jalur baru itu, kata Ir Yusid, Jateng termasuk yang pertama merintis. Sehingga pada saat ini, JLS di wilayah Jateng sudah bisa terhubung, walau kondisi jalannya masih ada yang hanya selebar tiga meter. Di wilayah Jatim, kata dia, masih ada 171 km yang belum tembus. Kalau JLS terwujud, dia tidak ingin terjadi seperti di jalur pantura. Hampir di sepanjang jalur pantura, kata dia, di pinggir jalannya padat rumah dan toko-toko. Sehingga walau jalannya lebar dan terbagi dalam empat lajur, kondisinya tidak bisa diandalkan. Ir Yusid yang mewakili Dirjen Prasarana Wilayah, lebih lanjut memaparkan, pihaknya saat ini tengah memperbaiki jalur Karangbolong-Ayah (Kebumen) dengan dana Rp 3,1 miliar. Guna mempercepat terwujudnya proyek JLS, tahun ini pemerintah pusat akan menurunkan anggaran untuk beberapa provinsi yang dilewati JLS. ''Diharapkan, lima tahun ke depan JLS sudah terwujud,'' kata Ir Yusid. Anggota Komisi IV DPR RI, Ir H Erman Suparno, yang hadir dalam acara itu mengharap masyarakat di jalur pantai selatan mendukung proyek tersebut. Kecuali itu, untuk menciptakan keamanan di jalur selatan yang selama ini dikenal rawan, dia minta dukungan aparat keamanan. Disebutkan, beberapa daerah lain di pinggir laut selatan tidak hanya Purworejo yang tengah merintis pengembangan. Menurut Erman Suparno, Kabupaten Kulonprogo tengah merintis pelabuhan perikanan samudera, dan Bantul hendak membangun Ancol mini. ''Tolong didukung dan dibantu keamanannya,'' kata Erman kepada undangan yang terdiri atas para kepala desa, camat, dan pejabat terkait. Ketika berlangsung tanya jawab, Sadiyo warga Ngombol mengusulkan dibangunnya asrama TNI atau Brimob, dan setiap lima kilometer dibangun pos keamanan. Sementara itu Hartono, warga Jeruken, Ngombol khawatir proyek tersebut hanya menjadi angan-angan. Kecuali itu, kalau JLS dan KBT terwujud, dia khawatir hasil pertanian warga pantai selatan tersaingi dengan produk luar yang akan masuk melalui pelabuhan kargo yang hendak dibangun di pantai selatan (yon-76a) |