| Rabu, 04 Agustus 2004 | KEDU & DIY |
Persahabatan yang Dibawa MatiMAGELANG - Persahabatan itu dibawa sampai mati. Seperti itulah kiranya yang dilakukan Padang (9) dan Agung (9), keduanya Warga Perumahan Pulau Mas, Kelurahan Wates, Kota Magelang. Kedua pelajar kelas 2 SD Potrobangsan 2 itu pada Senin siang lalu (2/8) sekitar pukul 13.30 tewas tenggelam di Kali Elo yang lokasinya di belakang rumah mereka. Siang itu sepulang sekolah, kedua korban bersama temannya Damar (9) dan Faliq (9) juga warga Perumahan Pulau Mas, mandi di Kali Elo. Ternyata tempat mereka mandi itu adalah kedung (pusaran air -Red) yang cukup dalam. Karena bisa berenang, Damar dan Faliq selamat. Lain halnya dengan Padang dan Agung, karena tidak bisa berenang keduanya langsung tenggelam. Berkat informasi dari Damar dan Faliq, warga perumahan pun tahu kalau Padang dan Agung tenggelam. Karena itu, segera dilakukan pencarian, dan saat ditemukan keduanya sudah meninggal dunia. Uniknya, di sekolah kedua korban itu duduk sebangku, berangkat dan pulang sekolah mereka berlangganan becak yang sama. Padang adalah anak bungsu dari empat bersaudara putra pasangan Budiono, dosen Universitas Tidar Magelang dan Endang, guru SMP Negeri 9. Demikian pula Agung yang juga merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, putra almarhum Sutrisno dan Siti Aminah. ''Uniknya, di sini, semuanya sama. Ini persaudaraan sejati,'' tutur Pawit, warga setempat. Yang berbeda hanya lokasi pemakamannya. Agung dimakamkan di pemakaman Giri Loyo, sedangkan Padang di pemakaman Jambesari. (P60-76n) |