| Rabu, 04 Agustus 2004 | KEDU & DIY |
Pendemo : Usir NewmontYOGYAKARTA- Puluhan mahasiswa dari Sulawesi Utara yang berada di Yogyakarta, kemarin menggelar aksi unjuk rasa menentang keberadaan PT Newmont Minahasa Raya. Perusahaan penambangan emas itu, mereka tuduh sebagai penyebab pencemaran yang mengakibatkan penderitaan rakyat setempat. ''Usir Newmont dari Bumi Sulawesi Utara; mereka telah membuat rakyat sengsara dan menderita berkepanjangan,'' teriak demonstran ketika singgah sejenak di depan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta. Demonstran yang berasal dari elemen Ikatan Pelajar Mahasiswa Muslim Sulawesi Utara (IPMMSU), Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow (KPMIBM), dan Forum Silaturahmi Mahasiswa Muslim Se-Sulawesi (FORSIMMUS) itu, semula berhenti di trotoar depan Gedung Agung. Beberapa lama mereka berada di tempat itu, berorasi, meneriakkan yel-yel, dan membagikan selebaran kepada masyarakat yang melintas. Namun aparat keamanan melakukan pendekatan, dan meminta mereka agar menjauh dari tempat tersebut. Setelah beberapa waktu berorasi, mereka pindah ke seberang Gedung Agung, tepatnya di depan Beteng Vredeburg. Di tempat itu, demonstran kembali berorasi menyampaikan kritik dan kecamannya terhadap PT Newmont yang dituding sebagai pencemar lingkungan. Cabut Izin Juru bicara demonstran, Ijuk mengungkapkan, banyak kasus pencemaran terjadi di Indonesia sebagai akibat eksploitasi alam secara berlebihan. Dia mencontohkan, dari sekian banyak area penambangan, sebagian besar mempunyai persoalan yang sama, yakni mencemari lingkungan; dan tentu saja hal itu sangat merugikan rakyat, terutama di sekitar lokasi tersebut. ''Contoh konkret, pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT Newmont. Akibatnya, rakyat di daerah itu panik dan tak tahu harus berbuat apa, setelah sejumlah penduduk menderita sakit,'' ujar Ijuk. Dampak lebih luas lagi, penduduk Sulut saat ini merasa takut mengonsumsi hasil laut, terutama dari Teluk Buyat. Secara ekonomis, hal itu merugikan masyarakat sekitar teluk yang selama ini bermatapencarian sebagai nelayan; tak ada lagi orang yang mau membeli ikan dari daerah itu. (D19-76a) |