logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 KEDU & DIY
Line

Satu Komputer untuk Dua Siswa

WONOSOBO-''Saat ini kami memang kekurangan komputer, namun kami malu untuk meminta sumbangan kepada orang tua murid.'' Demikian kata Kepala Sekolah SMK 1 Wonosobo, Drs Margiono, Selasa kemarin, menyusul raibnya 35 unit komputer sekolah tersebut pada 27 Juli lalu.

Komputer yang dicuri tersebut, merupakan komputer baru yang menggunakan prosesor Pentium 4.

Sementara itu komputer yang tidak diangkut oleh pencuri, adalah komputer dengan CPU (central prossesing unit) Pentium 2.

Semula, SMK 1 memiliki 85 unit komputer yang ditempatkan di dua ruang. Dengan jumlah tersebut, setiap siswa dapat menggunakan satu komputer dalam kegiatan praktiknya.

Tapi, dengan hilangnya 35 komputer itu, maka sekarang satu komputer digunakan oleh dua siswa. ''Kini satu komputer untuk dua siswa,'' ujarnya.

Selain penggunaan satu untuk dua orang, usaha yang dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi kekurangan komputer tersebut adalah dengan memindahkan untuk sementara waktu komputer instruktur ke ruang praktik siswa. Dengan cara tersebut, praktik komputer dapat berjalan sesuai jadwal.

Menurut Margiono, komputer Pentium 4 yang baru dibeli itu ditujukan untuk mendukung jurusan Teknik Informatika (TI) yang dibuka tahun ini. Dengan dibukanya jurusan TI di SMKN 1, sekolah tersebut mendapatkan dana pengembangan dari Pemerintah.

Salah satu bentuk alokasi dana itu, adalah pembelian komputer baru yang hilang dicuri tersebut.

Berwirausaha

Mengenai jurusan TI yang baru dibuka untuk kelas satu tersebut, Kepala SMKN 1 Wonosobo itu mengharapkan para lulusannya dapat berwirausaha dengan bekal keterampilan yang diperolehnya dari sekolah.

Dia menambahkan, untuk jurusan manajemen bisnis dan akuntasi, jumlah lulusannya sudah terlampau banyak, sehingga lowongan kerja yang tersedia tidak mungkin lagi menampung.

Meskipun jurusan TI menjadi jurusan baru yang menjadi favorit, namun iuran bulanannya sama dengan jurusan yang lain.

Menurut Margiono, hal itu diberlakukan karena saat ini TI masih disokong dengan dana pengembangan.

Namun ke depan, Kepala Sekolah SMKN 1 Wonosobo itu tidak menjamin besarnya iuran tersebut akan tetap sama.(tw-76a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA