logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 INTERNASIONAL
Line

Ledakan di Gaza Tewaskan Tiga Orang

KOTA GAZA - Tiga orang Palestina tewas akibat ledakan besar di Rafah, Jalur Gaza selatan, Selasa kemarin, kata sumber-sumber medis dan para saksi mata. Kepala RS Rafah, dr Ali Musa, mengatakan selain tiga orang tewas, ledakan yang terjadi di pagi hari itu melukai lima orang.

Para saksi mata menambahkan, ledakan itu disebabkan oleh peluru meriam yang ditembakkan oleh pasukan Israel. Namun belum ada pernyataan apa pun dari pihak militer Israel.

Sejak sepekan terakhir, di wilayah Palestina terjadi ketegangan dan kekerasan yang melibatkan sesama warga atau kelompok Palestina, setelah Presiden Yasser Arafat berusaha menjadikan seorang kerabat dekatnya sebagai komandan keamanan.

Dalam insiden yang melibatkan sesama warga Palestina Senin lalu, tujuh orang terluka oleh ledakan yang menghancurkan sebuah penjara di Kota Gaza.

Seorang personel polisi Palestina melemparkan dua granat tangan ke dalam satu sel di penjara Kota Gaza, tempat untuk menahan orang Palestina yang diduga bersekongkol dengan Israel, kata beberapa sumber keamanan Palestina.

Gaza telah menjadi tempat bentrokan di kalangan rakyat Palestina dalam beberapa pekan terakhir, saat perebutan kekuasaan antarkelompok terjadi menjelang penarikan yang diduga akan dilakukan Israel dari wilayah itu.

Kelompok Palestina yang mengupayakan pembaruan telah membakar kantor polisi dan menyandera beberapa pejabat serta warga asing, dan menciptakan kekacauan yang telah menjadi tantangan terbesar Arafat sejak dia kembali dari pengasingannya sepuluh tahun lalu.

AS Sangat Terganggu

Sementara itu dari Washington dilaporkan, Pemerintah AS, dalam isyarat jarang dilakukan terhadap Israel, kemarin menyatakan ''sangat terganggu'' pada penutupan jalan masuk ke Gaza oleh negara Yahudi itu.

''Kami sangat prihatin mengenai hal itu. Ini masalah kemanusiaan yang mengganggu kami,'' kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Adam Ereli. Dia menegaskan, ''Beban dan kekerasan hidup yang ditimpakan kepada rakyat Palestina itu menimbulkan masalah.''

Ereli menambahkan, AS menyerukan kepada semua pihak terkait di wilayah itu agar tidak mengambil langkah-langkah atau aksi-aksi yang menggerogoti rasa percaya dan menciptakan hambatan-hambatan baru bagi penerapan peta jalan damai.

Washington menyampaikan pernyataan itu setelah Isarel menutup gerbang lintas batas Rafah yang dikuasainya pada 18 Juli, dengan menyebutkan alasan-alasan keamanan setelah memperoleh informasi mengenai kemungkinan serangan lewat jalan itu. (ant-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA