logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 INTERNASIONAL
Line

Korut Tuding AS dan Korsel Main Kotor

SEOUL - Korut menuding AS memberikan peluang bagi kaburnya 468 warga Korut ke Korsel, belum lama ini. Pyongyang menyatakan Washington dan Seoul menggunakan ''lalu-lintas daging manusia'' untuk menggoyahkan negara komunis yang miskin tersebut.

Pyongyang menyebut Seoul terlibat dalam aksi penculikan dan terorisme, pekan lalu, setelah 468 warga Korut kabur massal dalam dua kali penerbangan ke Seoul dari suatu negara ketiga.

Hingga sejauh ini nama negara ketiga tersebut masih dirahasiakan, tetapi banyak diplomat memastikan negara itu adalah Vietnam. Selasa kemarin, Deplu Korut meneruskan kecaman.

Dikatakan, Seoul dihasut oleh AS untuk menculik ratusan warga Korut, terutama wanita dan anak-anak, ke Korsel. Deplu Korut menuduh Seoul sengaja memancing mereka untuk kabur lewat Vietnam.

''Ke-468 pengungsi itu adalah orang-orang yang menjadi korban taktik kotor unsur mata-mata musuh, setelah para pengungsi tersebut pergi ke China untuk mengunjungi sanak saudara mereka,'' kata sebuah pernyataan Deplu Korut.

Pernyataan itu mengecam Vietnam - yang juga komunis - karena membantu persekongkolan yang dimotori AS untuk menggulingkan pemerintahan yang sah di Pyongyang.

Ditegaskan, AS ingin menjadikan isu para pembelot Korut itu seperti apa yang telah negara adi kuasa tersebut lakukan di Jerman Timur pada 1999 (yang berbuntut dengan ambruknya Jerman Timur, dan kemudian bergabung dengan Jerman Barat).

Seoul membantah tudingan Pyongyang itu, dan menyatakan pihaknya masih memegang teguh janji untuk membantu perekonomian Korut yang berantakan.

Selasa kemarin, Korsel menyatakan kecewa atas tidak hadirnya perwakilan Korut pada perundingan tingkat menteri di Seoul. Pyongyang tidak pernah menjawab permohonan Seoul untuk membahas agenda yang semestinya bakal menjadi perundingan ke-15 tingkat kabinet Utara-Selatan.

Krisis Nuklir

Sementara itu, AS mengadakan pembicaran dengan Korsel mengenai krisis nuklir di Semenanjung Korea, ketika Asisten Menlu AS James Kelly dan Wakil Menlu Korsel Lee Soo-hyuck mengadakan pertemuan, Selasa kemarin.

Pertemuan di Washington itu merupakan bagian dari diplomasi aktif menjelang babak keempat pembicaraan enam negara - Korut, Korsel, China, Rusia, AS, dan Jepang - guna mengakhiri krisis nuklir yang telah berlangsung hampir dua tahun.

''Ini salah satu pola umum dari konsultasi diplomatik yang kami lakukan selama proses ini,'' kata wakil jubir Deplu AS Adam Ereli, sebelum Kelly-Lee mengadakan perundingan.

Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan mempersiapkan kelompok kerja dan perundingan pleno enam negara dengan tuan rumah (China), pada akhir September mendatang. (rtr-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA