| Rabu, 04 Agustus 2004 | INTERNASIONAL |
Kepala Polisi Bagdad Tewas Kena BomBAGDAD - Seorang kepala polisi Bagdad tewas dan dua polisi lainnya terluka Selasa kemarin, ketika kendaraan mereka terkena bom di tepi jalan di ibu kota Irak itu, kata sumber-sumber rumah sakit dan polisi. Kolonel Moyad Bashar al-Shamari sedang melakukan perjalanan dengan dua orang sersan ketika kendaraan mereka terkena bom sekitar pukul 07.40 waktu setempat (10.40 WIB) di dekat lapangan Abu Jafaar al-Mansour di sebelah barat pusat kota itu, demikian menurut Omar Moyad, seorang letnan dua di pos polisi Al-Mamoun. Shamari tewas akibat luka-luka yang dideritanya sesaat setelah diangkut ke rumah sakit Yarmouk, demikian menurut tim dokter di rumah sakit tersebut. ''Setelah mendengar ledakan keras, saya bergegas keluar dan menyaksikan mobil polisi yang rusak parah dengan tiga orang berlumuran darah di dalamnya,'' kata Mohammed Abdulqader, warga yang tinggal di sekitar lokasi serangan. Dia menyatakan ikut membantu menarik tubuh polisi-polisi itu dari kendaraan dan menghentikan satu kendaraan sipil yang segera membawa mereka ke rumah sakit, sebelum polisi tiba di lokasi itu. Serangan terhadap pasukan keamanan Irak itu hampir menjadi peristiwa sehari-hari di negara yang dikoyak kekerasan tersebut. Satu bom jibaku yang ditujukan pada polisi-polisi yang baru direkrut pada 28 Juni di Kota Baquba, di bagian timurlaut Bagdad, menewaskan 70 orang dan melukai 56 lainnya. Kepung Rumah Sadr Pasukan AS mengepung rumah pemimpin Syiah Moqtada al-Sadr, Senin lalu, di kota di Irak tengah ini, memicu bentrokan senjata yang menewaskan seorang wanita. Beberapa kendaraan lapis baja AS, didukung pasukan keamanan Irak, menutup kawasan permukiman Al-Zahra tempat rumah Sadr berlokasi pada sekitar pukul 19.00 (22.00 WIB). Pasukan AS terlibat bentrok dengan milisi pendukung Sadr, asap membumbung dari wilayah yang dikepung di tengah suara-suara tembakan, dentuman mortir, dan ledakan-ledakan granat roket. Selang satu jam kemudian, pasukan AS dan pasukan Irak mundur ketika puluhan milisi bersenjata, beberapa di antaranya berpakaian hitam-hitam, mengitari rumah Sadr memberi proteksi. Sebuah kendaraan dekat lokasi itu terlihat terbakar. Direktur rumah sakit Hakim di Najaf mengatakan, seorang wanita tewas dan tiga orang lainnya luka-luka. Sattar al-Bahadli, pejabat di kantor Sadr, mengatakan dua anggota milisi terluka, namun tidak jelas apakah mereka di antara tiga orang yang dirawat di RS setelah insiden tersebut. Juga tidak ada kejelasan apakah tentara AS memang berniat memasuki rumah Sadr, atau apakah pemimpin kaum Syiah itu berada di kediamannya saat bentrokan. Pasukan AS tidak segera memberi komentarnya atas terjadinya bentrokan tersebut. Sementara itu dari Beirut dilaporkan, Hizbullah, kelompok garis keras Lebanon, mengutuk serangan ke sejumlah geraja di Irak dan menyatakan aksi demikian hanya menguntungkan gerakan Zionisme Yahudi. ''Menyerang tempat-tempat peribadatan Islam dan Kristen adalah upaya menimbulkan perselisihan sektarian untuk mengalihkan rakyat Irak dari perjuangan mereka,'' kata Hizbullah dalam pernyataan tertulisnya kemarin. Sebelumnya, Vatikan menyatakan keprihatinannya sehubungan dengan terjadinya serangan bom terhadap sejumlah gereja di Irak hari Minggu, yang menewaskan 15 orang dan melukai sedikitnya 50 lainnya. Serangan itu buruk sekali dan sangat mengkhawatirkan karena ini kali pertama tempat-tempat peribadatan Kristen dijadikan sasaran serangan di Irak. (ant-46) |