| Rabu, 04 Agustus 2004 | EKONOMI |
Reksadana untuk Diversifikasi RisikoSOLO-Menghadapi pemilu presiden babak kedua banyak nasabah bank membagi simpanannya dalam beberapa produk. Contohnya, selain deposito mereka menyimpan dalam bentuk reksadana. ''Mereka melakukan diversifikasi risiko untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan,'' kata Mey Ling Hoei, Kepala Bank ABN-Amro Cabang Solo, kemarin. Menurut dia, orang memilih menempatkan uangnya pada reksadana juga sebagai antisipasi bunga deposito yang sejak awal tahun ini terus turun. Menempatkan dana pada deposito, lanjut dia, risikonya memang lebih kecil. Tetapi reksadana dipilih karena memberikan return atau hasil lebih tinggi meski risikonya lebih besar. ''Nasabah biasanya tidak keberatan menanggung risiko selama return-nya lebih besar,'' jelasnya. Nasabah yang menempatkan uangnya pada reksadana, kata dia, rata-rata adalah pemain baru sehingga belum mempunyai pengalaman berinvestasi pada produk keuangan tersebut. Setelah merasakan return yang diperoleh lebih tinggi dari bunga deposito, tutur dia, mereka lalu menambah jumlah uang yang diinvestasikan. Return yang diperoleh pemilik uang yang berinvestasi pada reksadana di banknya antara 8% dan 10 %. Minimal dana yang ditempatkan Rp 50 juta hingga Rp 250 juta dengan jangka waktu satu, tiga, enam, dan dua belas bulan. Namun ada penempatan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan, yakni Bahana Dana Liquid. Produk itu disukai karena fleksibel, yakni kapan pun bisa dicairkan. Penempatan dalam sehari return yang diperoleh sekitar 0,02%. (bt-53) |