logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 EKONOMI
Line

Rupiah Kembali Tertekan

JAKARTA-Sikap Bank Indonesia (BI) yang cenderung menuggu kenaikan suku bunga The Federal Reserve (bank sentral AS) daripada menyesuaikan suku bunga SBI membuat rupiah kembali tertekan. Pada penutupan perdagangan di pasar spot antarbank Jakarta petang kemarin rupiah turun Rp 60 ke level Rp 9.170/dolar AS dari sehari di posisi Rp 9.100/dolar AS.

Penurunan rupiah tersebut, menurut ekonom Bank Mandiri Martin Panggabean, juga dipicu oleh keminiman sentimen positif di dalam negeri dan ada perkiraan The Fed bakal kembali menaikkan suku bunga.

"Idealnya, kenaikan bunga The Fed disesuaikan oleh kenaikan suku bunga SBI. Namun kalau kenaikannya kurang dari 2% maka belum bisa memberikan sentimen positif," jelasnya.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) ditutup naik 7,837 poin menjadi 757,295. Semua indeks naik karena ada rebound.

Inflasi

Martin Panggabean menilai target inflasi yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 6,5% terlalu berat dicapai, karena angka inflasi year on year atau Juli 2004 terhadap Juli 2003 sudah 7,2%.

Menurut dia, selama ini pemerintah selalu berpatokan pada headline inflation atau inflasi inti yang disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang tidak mencerminkan realitas sesungguhnya.

"Penelitian kami menunjukkan inflasi hingga akhir tahun akan sebesar 7,2%-7,3%," tuturnya.

Kendati tingkat inflasi tersebut lebih rendah dari yang dikeluarkan oleh BPS, tetapi menurut Martin, data inflasi inti sebesar 6,1% mengindikasikan ada tekanan inflasi yang cukup kuat terhadap perekonomian Indonesia.

"Inflasi inti Bank Mandiri dapat digunakan sebagai parameter untuk memantau kondisi moneter. Inflasi inti dihitung dengan membersihkan sebagian noise dari angka inflasi yang dikeluarkan oleh BPS." (wa-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA