logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 EKONOMI
Line

Perusahaan Sekuritas Berdiri di Purbalingga

PURBALINGGA-Bagi masyarakat Purbalingga dan sekitarnya CV Investindo sudah tidak lagi asing. Setahun ini perusahaan itu mengelola arisan motor yang diikuti 1.000 orang lebih. Motor yang telah diserahkan kepada peserta lebih dari 700 unit.

Setelah sukses di arisan motor, pengelola CV tersebut kini mencoba bisnis yang lebih menantang, yakni saham atau sekuritas.

"Kami membentuk PT Investindo Berlian Artha Sejahtera Futures yang berdiri sendiri sebagai ritel dan hanya mengurusi trading . Arisan motor tetap diurusi oleh CV Investindo," kata Krisbianto, Komisaris PT Investindo Berlian Artha Sejahtera Futures saat soft opening kantor di Jalan Notosumarsono Purbalingga, kemarin.

Pemimpin CV Investindo menegaskan pihaknya mendirikan perusahaan sekuritas untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa bisnis itu ada. Selama ini sebagian orang ragu-ragu dan menganggap dia mengada-ada.

"Mereka yang masih beranggapan demikian saya persilakan membuktikan ke kantor kami.

Silakan mengikuti simulasi agar tahu bisnis sekuritas itu seperti apa. Kalau kemudian merasa mampu, punya dana, dan tertarik, maka silakan trading sendiri. Bergabung dengan kami juga tidak masalah," tegasnya.

Menurut dia, pihaknya adalah perusahaan sekuritas pertama di Purbalingga. Dia rela mengeluarkan Rp 1,25 miliar sebagai modal awal karena menilai bisnis tersebut memiliki prospek bagus. Di berbagai kota besar telah berkembang sehingga perlu pula dikembangkan di daerah.

Dia menolak anggapan bisnis saham adalah bisnis gambling, karena kegiatan itu bergantung pada faktor ekonomi, khususnya di luar negeri. Untuk itu pihaknya setiap hari mengakses informasi kondisi ekonomi luar negeri, misalnya AS, Hong Kong, dan Jepang, melalui internet dan TV.

"Kami punya analis sendiri. Jadi tidak sekadar asal-asalan atau pakai feeling. Orang menganggap bisnis itu gambling dengan kemungkinan menang, kalah, atau seri. Tapi kami tidak. Kami hanya punya dua probabilitas, naik atau turun, karena main pada indeks harga saham," jelasnya.

Untuk mengetahui secara terperinci mengenai bisnis itu, ia memempersilakan masyarakat mengikuti pelatihan simulasi di perusahaannya selama 2 minggu hingga 1 bulan. Peserta dipersyaratkan lulusan S-1. Animo masyarakat terhadap bisnis itu diyakini cukup besar.

"Jika nanti peminatnya banyak, maka kami akan membuka kelas baru di wilayah lain di Purbalingga. Kami tidak menutup kemungkinan masyarakat di luar Purbalingga yang ingin bergabung.(F10-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA