| Rabu, 04 Agustus 2004 | EKONOMI |
Paladio Bidik Segmen Menengah ke AtasSEMARANG- Beragam produk dari China terus membanjiri pasar lokal. Saat ini yang merebak adalah mebel. Di Semarang, mebel dari Negeri Tirai Bambu itu dikemas secara khusus di lantai VI Sri Ratu Jalan Pemuda dengan nama "Paladio Home Gallery". "Segmen produk mebel ini adalah menengah ke atas dengan harga lumayan tinggi pula, sehingga kami yakin tidak akan mengganggu produk lokal," kata Tan Markaban, Operation Manager Paladio Home Gallery seusai pembukaan gerai, baru-baru ini. Galeri mebel china yang pertama di Jateng itu tata letaknya didesain menarik dengan sentuhan oriental. Beragam mebel dan pendukungnya dipajang, mulai vas, lukisan, meja, kursi, hingga bufet. Sebagian besar bahan dasarnya diproduksi dengan kayu asal china. Menurut Tan, pihaknya sengaja mendatangkan mebel impor itu karena pasarnya cukup potensial. Selama ini masyarakat Jateng yang akan mencari produk serupa terpaksa harus ke Jakarta, Singapura, bahkan langsung ke China. "Untuk itu kami merasa ini merupakan peluang pasar yang bisa digarap," katanya sambil menargetkan transaksi setiap bulan sekitar Rp 400 juta. Ketika ditanya mengapa tidak mendatangkan mebel dari Eropa, misalnya Italia, Tan yang juga seniman Semarang itu menyatakan saat ini banyak masyarakat benua itu justru yang mencari mebel china karena kualitas dan modelnya sangat menarik. "Di China proses pengerjaannya juga sudah menggunakan mesin modern sehingga hasil akhirnya sangat halus," jelasnya. Ia mengakui harga mebel china termasuk tinggi dibandingkan dengan mebel dalam negeri. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi persaingan dan pasar lokal tidak terganggu. Artinya, mebel tersebut punya segmen sendiri-sendiri. Ia mengemukakan saat ini ada kecenderungan klasik dan minimalis modern dicari banyak pembeli. Model klasik lebih disukai konsumen yang sudah mapan dan berusia di atas 40 tahunan, sedangkan minimalis modern lebih diminati oleh keluarga muda berusia di bawah 40 tahun. "Di Galeri ini dua model itu kami pajang sehingga konsumen memiliki banyak pilihan," tambahnya. (G2-82) |