logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Agustus 2004 EKONOMI
Line

Ekspor Ikan ke AS Tak Terpengaruh

JAKARTA-Dugaan terjadi pencemaran logam berat di perairan Teluk Buyat, Sulawesi Utara, tak berpengaruh terhadap ekspor ikan Indonesia ke AS.

Namun karena masih termasuk dalam detention list ikan dari sini yang masuk AS harus melalui pemeriksaan ketat oleh Food and Drug Administration (FDA).

"Sampai saat ini ekspor ikan kita termasuk dari perairan Sulawesi tidak ada masalah. Apalagi kontribusi dari Teluk Buyat yang diduga tercemar logam berat hanya 0.2%. Daerah yang diduga tercemar juga sudah ditandai," kata Sumpeno Putro, Dirjen Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), kemarin.

Ia mengemukakan hal itu menanggapi keluhan Gabungan Eskportir Ikan Indonesia (Gapindo) yang menyebutkan AS telah menolak 200 ton ikan cakalang yang dikirim pengusaha Indonesia. Penolakan itu terkait dengan kasus dugaan pencemaran di Teluk Buyat oleh perusahaan penambangan emas.

Sumpeno memastikan selama ini AS hanya membeli ikan tuna dari Indonesia sehingga pernyataan Gapindo dinilai mengada-ada.

"Saya belum menemukan ada pelarangan dari AS menyususl kasus pencemaran Teluk Buyat," tegas mantan Atase Perdagangan di WTO tersebut.

Saat ini, lanjut dia, eksportir ikan ke AS dari Sulawesi Utara ada tiga perusahaan, yakni PT Bitung Mina Utama dengan tujuan Los Angeles, PT Deho Canning Co ke Boston, dan PT Samudra Sentosa ke New York dan Los Angeles. Total ekspor tiga perusahaan itu pada Juli lalu 350.251,87 kg dan Juni 55,440,24 kg.

Departemen Kelautan dan Perikanan juga menurunkan tim ke Teluk Buyat. (wa-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA