| Rabu, 04 Agustus 2004 | BANYUMAS |
Pencarian Awak Kapal yang Hilang DihentikanCILACAP--Pencarian terhadap empat awak kapal Mina Wisata Bahari, perahu jukung yang hilang di 20 mil selatan Pulau Nusakambangan Jumat (14/7) lalu, resmi dihentikan. Penghentian dilakukan karena setelah dicari selama dua pekan lebih, baik awak maupun perahu naas itu belum juga ditemukan. ''Dicari dua minggu belum ditemukan; tim SAR Wijayakusuma terpaksa mengentikan pencarian,'' kata komandan Tim SAR Wijayakusuma Atas Munandar, kepada Suara Merdeka kemarin. Menurut Atas, selama dua minggu timnya berusaha memperluas area pencarian sampai ke pantai Kebumen, Pangandaran, dan Pamengpeukpeuk (Jawa Barat). Namun begitu, kapal beserta awaknya belum juga ditemukan. ''Kami juga heran, ke mana perginya perahu tersebut. Sebab kalaupun celaka karena cuaca buruk, harusnya ada bekas-bekas perahu yang terdampar,'' kata Atas. Lebih jauh dia mengatakan, meski secara resmi pencarian dihentikan, bukan berarti tim itu lepas tangan. Tim SAR akan tetap siaga; bila suatu saat ditemukan tanda adanya perahu atau awaknya, timnya akan segera bergerak lagi. Sementara itu, berkait dengan hilangnya perahu tersebut, HNSI Cilacap Senin lalu memberi bantuan kepada keluarga awak Mina Wisata Bahari yang hilang. Setiap keluarga korban disumbang 50 kg beras dan 5 kg mi. Sumbangan juga diberikan Pertamina Cilacap sebesar Rp 1,5 juta. ''Saya yang juga sebagai Ketua HNSI Cilacap mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang ikut membantu. Dalam masa paceklik akibat angin timur seperti sekarang, sumbangan seperti itu sangat menolong keluarga korban,'' kata Atas. Seperti diberitakan sebelumnya, perahu jukung Mina Wisata Bahari hilang sejak Jumat (14/7) di selatan Pulau Nusakambangan akibat cuaca buruk. Sampai kini, awaknya bernama Kuwatno (38), Nursaid (17), Darsono (21) dan Rohadi (30), semuanya warga Kelurahan Tegalkamulyan, Cilacap Selatan, belum ditemukan. (G21-85a) |