SUARA MERDEKA
 
INDEKS BUDAYA Senin, 02 Agustus 2004

SETELAH sekian lama bersabar menerima cercaan dari segala macam penjuru, Michael Villareal dan Shopia Latjuba akhirnya menggelar temu wartawan di Hard Rock Cafe, Jakarta, Sabtu (31/7) lalu.

 

DI antara 50 gadis Cantik Indonesia yang mulai dikarantina Trans TV 8 Agustus mendatang, satu orang berasal dari Semarang. Namanya Adisti Visca Sari atau akrab disapa Adis.

AKHIR Juli 2004, budayawan Jaya Suprana mengakhiri Perjalanan-Budaya belahan awal 2004 di Darwin, Australia Utara, dengan merekam liputan situs-situs galeri-alam karya seni rupa kaum aborigin di Kakadu National Park. Hasil liputan budayawan Semarang itu sebagai bahan acara Jaya Suprana Show di TVRI.

HOUSE music selama ini dikesankan hanya milik penggemar clubbing diskotik, dengan beat cepat yang diikuti gedhek kepala para clubbers. Namun, kesan itu tidak tampak pada pagelaran musik ''Tribal Gathering'' yang diselenggarakan Shavaj Club dan A Mild Production di Matahari Simpanglima Lantai VI, Sabtu (31/7) malam.

BEBERAPA breaker naik ke panggung berkarpet merah, tepat di hadapan Green Peanuts yang tengah melantunkan tembang ''Ala Canggung''. Satu demi satu mulai unjuk kebolehan. Salah seorang di antara mereka menampilkan gaya spin head, memutar kepala yang memukau. Tak cukup dengan itu, remaja belasan tahun yang mengenakan stelan serba putih itu juga salto berulang-ulang.

TERNYATA, musik dangdut mampu menembus wilayah etnik. Buktinya, stasiun televisi swasta TPI sejak beberapa waktu lalu menayangkan acara bertajuk "Dangdut Pesisiran". Bukti lain, orkes melayu dari Purwodadi, Grobogan, OM Nababa, sejak lama mengusung dangdut etnik yang diberi nama "dangdut suroboyoan".

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA