logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 PEMILU 2004
Line

Tak Akan Golput

PKS Pilih yang Tak Rangkap Jabatan

SEMARANG- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memutuskan dukungannya pada capres-cawapres putaran kedua pilpres. Keputusan partai Islam tersebut akan disampaikan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan perkara gugatan yang diajukan Wiranto, capres dari Partai Golkar.

Selain itu, PKS juga mensyaratkan akan memilih capres yang bersedia untuk tidak rangkap jabatan di parpol. Partai yang mendapatkan suara cukup signifikan dalam pemilu legislatif 5 April lalu itu, tidak akan menjadi golongan putih (golput) pada putaran kedua pilpres.

Dalam konferensi pers seusai berdialog dalam acara Orientasi Pakar dan Tokoh (OPT) yang digelar DPD PKS Kota Semarang di Hotel Muria Jalan Dokter Cipto, Minggu (1/8), Presiden PKS Dr H Hidayat Nurwahid menegaskan sikap politik partai tersebut tidak akan golput. ''Jadi itu sikap prinsip yang sudah kami ambil.''

Dia mengatakan, sebagaimana partai lainnya, aktivitas PKS adalah menyukseskan pemilu. Karena itu, kalau parpol memilih golput, perlu dipertanyakan mengapa menjadi partai. Namun, kalau aktivis LSM, individu, atau ormas tidak ada masalah.

''Jadi kami tidak akan golput. Kami akan berperan menyukseskan pilpres putaran kedua, agar nilai-nilai yang diperjuangkan PKS bisa semakin dihadirkan dan kemudian menjadi faktor untuk melakukan kontrak politik,'' kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya akan mengadakan kontrak politik dengan capres. Untuk mengukur kedua calon yang mempunyai komitmen lebih kuat terhadap nilai-nilai yang selama ini juga diperjuangkan oleh PKS, yakni reformasi, pemberantasan korupsi, kedaulatan negeri, dan sebagainya. Apabila kedua calon nanti menandatangani kontrak politik, PKS akan melihat yang lebih jujur melakukannya.

Soal kapan sikap resmi PKS akan diumumkan, dia meminta menunggu sampai sebelum minggu kedua Agustus selesai. Pada saat itu, baru akan diumumkan pada publik. Sampai saat ini, sikap PKS masih terus dibahas.

Putusan MK

Hidayat Nurwahid mengatakan, PKS berharap pilpres putaran kedua harus lebih sukses dalam konteks betul-betul menghadirkan kedaulatan rakyat yang memilih presidennya dengan sebenar-benarnya. Karena itu, pihaknya mendukung MK bekerja dengan profesional dan transparan dalam menyikapi tuntutan dari salah seorang capres.

Dengan begitu, lanjut dia, akan didapatkan hasil yang sungguh-sungguh mendekati dari yang diinginkan rakyat. ''Siapakah yang akan diputuskan MK untuk masuk di putaran kedua sangat memengaruhi kualitas pilpres di tahap tersebut.''

Sebab, menurut dia, kalau beragam penyimpangan yang terjadi tidak ada keterangan hukumnya, akan menyisakan cacat, bukan hanya pada penyelenggaraan pilpres, tapi juga kredibilitas capres di putaran kedua. ''Karena itu, kami menuntut MK bekerja dengan profesional agar masyarakat bisa mendapatkan pasangan yang sungguh-sungguh mendapatkan kredibilitas dan itu akan memengaruhi pemilihan presiden di putaran yang kedua,'' kata dia.

Dia mengaku, sudah ada komunikasi secara langsung dengan kedua capres. Komunikasi tersebut dianggap penting karena dalam konteks memilih presiden bukan dalam rangka memperbesar permusuhan, memperbanyak klik, ataupun kubu-kubuan yang akan menambah kesengsaraan bangsa Indonesia dan anak-anak sendiri.

Dia berpendapat, memilih presiden merupakan sebuah cara untuk menghadirkan solusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, pihaknya menjalani komunikasi bukan dengan semangat permusuhan, memfitnah, ataupun saling menjegal. Sebaliknya, dengan semangat fairplay untuk bisa menghadirkan sosok presiden yang disepakati dan dipilih.

Ketika disinggung pernyataan dirinya yang bisa mengarah pada salah seorang capres, Hidayat menegaskan, secara prinsip tidak menyebutkan nama. ''Saya tegaskan PKS tidak akan golput. Kami akan memilih salah satu dari dua yang ada. Komunikasi politik sudah terjadi, mereka ke kami atau kami ke mereka.''

Proses-proses tersebut, menurut dia, untuk meyakinkan PKS kalau yang diajak komunikasi tersebut bisa melaksanakan agenda-agenda reformasi dan nilai-nilai yang selama ini sudah diperjuangkan partainya. ''Sampai hari ini kami belum final kepada siapa dukungan itu akan diberikan. Kami terus menghimpun informasi dan melanjutkan komunikasi. (G7-78r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA