| Senin, 02 Agustus 2004 | PANTURA |
Trotoar Dipenuhi Pedagang dan MotorPEKALONGAN - Trotoar lapangan Mataram yang menjadi tempat nyaman untuk olah raga dengan jalan kaki dan berlari bagi masyarakat, kini sudah berubah. Trotoar itu, kini dipenuhi pedagang dan parkir kendaraan bermotor, sehingga kenyamanan sudah tak ada lagi. Warga berharap kepada Pemkot untuk menertibkan lokasi itu, baik pedagang maupun parkir sepeda motor tidak menghambat masyarakat yang menjadikan tempat itu sebagai ruang publik. ''Semula jumlah pedagang hanya sedikit, namun kini bertambah banyak, jumlahnya mencapai puluhan. Sedangkan sepeda motornya mencapai ratusan,'' kata, Purwo, warga Podosugih yang pagi kemarin ikut jalan-jalan di trotoar. Dari pengamatan Suara Merdeka, dalam sebulan ini Lapangan Mataram makin ramai. Setiap Minggu pagi diselenggarakan senam kesehatan massal yang dikoordinir Koni Pekalongan. Senam itu diikuti para pejabat setempat ataupun masyarakat. Tak heran setelah berlangsung beberapa kali, pesertanya membeludak. Akibatnya, trotoar di tepi lapangan menjadi penuh dengan sepeda motor yang diparkir. Pada saat yang bersamaan, pedagang kaki lima pun tak mau ketinggalan. Mereka berdatangan untuk menjajakan makanan dan minuman . Akibat padatnya pedagang di tempat itu, membuat pejalan kaki ataupun warga yang berlari menjadi terhambat. Mereka terpaksa harus berjalan satu persatu pada tempat yang penuh dengan parkir sepeda motor dan pedagang. Penertiban Muanas Budi Setyono SH, Kepala Unit Pelaksana Teknis daerah Pedagang Kaki Lima (UPTD PK5) menanggapi keluhan itu mengatakan, pihaknya sudah mengetahui suasana semerawut tersebut dan telah diperintahkan Kepala Dipenda Drs Eddy Sugiharno untuk melakukan penertiban. Saat ini, pihaknya sudah menertibkan pedagang kaki lima. Puluhan pedagang sudah berhasil ditertibkan. Mereka yang semula berjualan memenuhi trotoar sudah bersedia pindah ke salah satu sisi, sehingga warga bisa bebas berjalan-jalan. Namun untuk penertiban parkir motor sangat sulit. Kami semula merencanakan penertiban dengan Satpol, namun Satpol tak datang. Melihat kenyataan itu, lanjutnya, penertiban di trotoar mestinya dilakukan tim lengkap dari beberapa instansi terkait. (A15-34b) |