logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 PANTURA
Line

Dikeroyok, Seorang Tewas

PEKALONGAN - Seorang tewas dan satu lainnya luka-luka akibat pengeroyokan yang terjadi di Jalan WR Soepratman, Kota Pekalongan, sekitar pukul 01.00 dini hari.

Korban meninggal adalah Andi Setiawan alias Jepang (27), warga Kelurahan Kraton Kidul Gang 7, Kecamatan Pekalongan Barat. Sedangkan yang luka-luka Zaenul M (28), tetangga Andi.

Andi ditemukan sudah tidak bernyawa di Jalan WR Soepratman, Gang Bandeng Panjang Wetan. Korban ditemukan warga sekitar pukul 05.00 dengan tubuh berlumuran darah. Zaenul berhasil meloloskan diri dari pengeroyokan.

Polsek Pekalongan Utara dan Satreskrim Polresta Pekalongan yang mendapat laporan tersebut bertindak cepat. Hanya dalam waktu tiga jam dari penemuan mayat, tiga tersangka dapat diringkus.

Ketiganya adalah Dulah (32) , Mamik (28), dan Ari alias Cebong (20) yang semuanya adalah warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Panjang Wetan, Kota Pekalongan.

Kasatreskrim Polresta AKP Umar Sanusi, menuturkan penangkapan itu dapat dilakukan atas bantuan warga yang cepat melaporkan penemuan mayat ke Polsek Pekalongan Utara.

Saat petugas sampai di tempat kejadian perkara menemukan korban sudah kaku tergeletak di jalan dalam keadaan luka di bagian tengkuk kepala, lengan kiri dan lutut sobek.

Korban segera dilarikan ke RSUD Kraton Kota Pekalongan untuk di autopsi. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan hasil visum yang dilakukan, didapatkan titik terang korban tewas karena dikeroyok.

Menurut polisi kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 01.00. Ketika itu korban membonceng motor Honda Prima milik Zaenul M (28), tetangganya, di Jalan WR Soepratman.

Saat lewat, ada tiga lelaki yang sedang nongkrong di tepi Jalan WR Supratman. Kebetulan, Andi (korban) mengenal salah satu di antara mereka, yakni Dulah. Mungkin merasa kenal, Andi turun dari boncengan dan langsung memegang kepala Dulah. Dulah tersinggung dan tak menerimakan perbuatan itu.

Akhirnya terjadi ketegangan. Andi langsung meminta pisau milik pedagang mi yang ada di sekitar, namun pemiliknya tak memberikan.

Tak kurang akal, Andi mengambil botol minyak goreng dan dipukulkan pada Dulah. Melihat pemukulan itu, dua teman korban yang berada disampingnya ikut membela. Botol akhirnya berhasil direbut Mamik alias Bandrek. Dalam waktu singkat botol itu beralih di tangan Dulah untuk kemudian dipukulkan pada kepala Andi hingga luka.

Melihat kejadian itu, teman korban, Zaenul yang semua memboncengkan berusaha mendekat. Tetapi, lelaki itu malah ikut jadi korban pemukulan botol pada bagian telinganya hingga mengeluarkan darah. Merasa takut, Zaenul dengan sepeda motornya melarikan diri meninggalkan Andi. Sedangkan Andi yang sebelumnya sudah dikepruk botol bisa melarikan diri meski dalam keadaan sempoyongan. Warga Kraton Kidul itu kemudian lari ke arah selatan dan masuk ke Gang 7. Di tempat itu, Andi akhirnya tergeletak dan meninggal.

Sedangkan tiga tersangka pagi itu pula langsung meninggalkan lokasi tanpa mempedulikan korbannya. Pagi harinya, korban ditemukan warga dalam keadaan meninggal.

Dari keterangan beberapa saksi, akhirnya pelaku dapat ditangkap dalam waktu kurang dari tiga jam. "Kalau terlambat sedikit saja, kita akan kesulitan menangkap. Sebab, di antara mereka sudah ada yang mencoba melarikan diri dengan naik becak ," kata Kasatreskrim.

Ketiga tersangka itu kini mendekam di tahanan Mapolres untuk dimintai keterangan. Saat dimintai keterangan mereka masih menolak tuduhan itu meski beberapa saksi menyatakan ketiga orang itulah yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan.

Selain itu untuk membuktikan adanya penganiayaan yang menyebabkan meninggal, polisi membawa korban ke RSUD Pekalongan untuk divisum.

Menurut Umar, polisi menyita barang bukti berupa sebuah sepeda motor milik tersangka, satu potong kayu balok yang berlumuran darah, pecahan botol dan satu stel pakaian korban.(wn,A15-34)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA