| Senin, 02 Agustus 2004 | PANTURA |
Mau Memisah Malah Dipukul"SAYA sebenarnya ingin memisah pengeroyokan itu, tetapi malah mendapat pukulan botol. Akibatnya darah ngucur dari telinga ," kata Zaenul M (28), penduduk Kraton Kidul, Kota Pekalongan usai di periksa di Mapolresta Pekalongan, kemarin. Terhadap aksi pengeroyokan itu, Zaenul menyerahkan kepada polisi. "Saya menyerahkan kasus itu pada polisi," katanya. Dia menjelaskan, siapa pelaku pemukulan terhadap dirinya tidak diketahui secara persis, karena merasa tidak kenal dengan mereka. "Yang kenal dengan tersangka adalah Andi (korban). Semula saya menganggap mereka hanya guyonan, tetapi akhirnya kok jadi adu mulut dan berlanjut pengeroyokan," katanya. Menurut dia, Andi malam itu memang jalan-jalan besamanya. "Dengan sepeda motor Honda Prima saya yang memboncengkan. Sampai di Jalan WR Soepratman memang ada tiga laki-laki yang nongkrong di pinggir jalan itu. Mungkin merasa kenal dengan salah satu dari ketiganya, Andi yang membonceng itu memegang kepala temannya. Lelaki yang dipegang kepalanya itu ternyata marah dan memanggilnya untuk berhenti. Sepeda motor pun dihentikan, dan Andi mendekat ke beberapa lelaki tersebut. Tak lama kemudian terjadi keributan." Andi dikeroyok, sehingga saya berusaha memisahnya. Tetapi, begitu mendekat saya malah langsung mendapat pukulan dengan botol minyak. Kepala pusing. Karena takut, saya langsung melarikan diri dengan naik motor ke selatan meninggalkan lokasi. Sedangkan kemana Andi selanjutnya, Zaenul mengaku tidak tahu. Tahu-tahu ada kabar Andi meninggal," kata Zaenul bersama temannya, di kursi tunggu Satreskrim Polresta. Ketika ditanyakan apa yang dipermasalahkan dalam adu mulut itu, Zaenul tidak mengetahui. Bahkan, apa kata-kata yang diucapkan dari keduanya juga tidak diketahuinya karena dia berada dalam jarak agak jauh. "Yang saya tahu Andi itu memang kenal dengan Dulah, tapi apa masalah yang mengakibatkan pengeroyokan saya tidak mengetahui persis.".(A15,wn-34) |