logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 SEMARANG
Line

GP Ansor dan Banser Temui Kapolres Desak Berantas Aksi Preman

DEMAK- Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser Demak, Jumat (30/7) menemui Kapolres AKBP Drs Her Aris Sumarman dan perwira lainnya, di Mapolres. Mereka menyampaikan pernyatan sikap berkaitan dengan situasi aktual di Kota Wali, belakangan ini.

Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua GP Ansor Demak Arifin Djalal SH menyampaikan beberapa butir pernyataan sikap. Antara lain, Kabupaten Demak itu adalah daerah religius, maka segala bentuk kemaksiatan hendaknya segera diberantas.

"Selain itu, tindakan-tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat harus segera diambil tindakan hukum yang nyata," tegasnya.

Selain Arifin Djalal, hadir pada kesempatan Pimpinan Cabang GP Ansor Abdullah Zaini SPd SIP, Kepala Satkorcab Banser Zaenuri, Dansatkoryon Kota Agus Mulyono, serta Wakil Kepala Satkorcab Nurlana.

Mereka diterima Kapolres AKBP Drs Her Aris Sumarman MM didampingi Wakapolres Kompol Drs Susilo Teguh Raharjo MSi, Kasat Reskrim AKP Zaenal Arifin, Kasat Intelkam AKP Supriyadi, di Ruang Pertemuan Mapolres.

Lebih jauh Arifin meminta agar Kapolres memberikan pelayanan pada masyarakat luas, serta perlindungan hukum tanpa membeda-bedakan tingkatan sosial. Disamping pula memberikan kebebasan menyampaikan pendapat yang bertanggungjawab terhadap masyarakat sesuai UUD 1945.

"GP Ansor minta agar Polres segera memproses secara hukum terhadap pelaku pelanggaran hukum tanpa membedakan status sosial."

Kapolres Her Aris Sumarman menegaskan, silaturahmi GP Ansor dan Banser itu juga diharapkan tidak ada sangkut-pautnya dengan LSM GOL (Gabungan Organisasi dan LSM). Apalagi berkaitan dengan salah satu presidium LSM tersebut yaitu Ashadi Suwardi yang beberapa waktu lalu dirusak rumahnya oleh 30 orang.

Wakapolres Kompol Drs Susilo Teguh Raharjo MSi menyatakan, pihaknya sudah melakukan kewaspadaan terhadap premanisme. Selain proaktif, Polres juga bertindak cepat sebelum ada laporan. Asalkan ada keterangan dari beberapa saksi. Seperti insiden yang terjadi di rumah Ashadi beberapa waktu lalu.

"Ke-30 orang yang kami tangkap itu, setelah dilakukan pemeriksaan intensif ada tujuh tersangka. Dalam melakukan pemeriksaan kami memilah-milah siapa yang terlibat," kata Wakapolres. (F2-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA