logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Ditindak, Copot Meteran PDAM

GROBOGAN- Kebocoran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pemkab Grobogan mencapai 20%. Kebocoran tersebut disebabkan berbagai faktor, di antaranya meteran dicopot atau terjadi kebocoran pada pipa saluran.

"Kami meminta kepada para pelanggan tidak mencopot meteran, lebih lagi di musim kemarau," kata Direktur PDAM Grobogan Ir Mulyadi SP, kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, bila ada yang diketahui mencopot meteran kemudian menyedot air PDAM dengan menggunakan pompa akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Dia mengarapkan, bila masyarakat berhemat atau menggunakan air secukupnya, pada Agustus mendatang pelanggan tidak kekurangan air bersih. "Dengan demikian pembagian air akan merata."

Selain itu, PDAM juga akan mengalirkan air secara bergiliran kepada para pelanggan. Untuk mangatasi kekurangan air, pelanggan dipersilakan membuat tandon di rumah masing-masing, sehingga bila air tersalur dihentikan, masih tersedia.

Sebagaimana dikabarkan, sekitar 9 ribu pelanggan PDAM Grobogan di Purwodadi pada Agustus mendatang terancam tidak dapat menggunakan air dengan leluasa seperti hari-hari sebelumnya. Bahkan, mungkin mereka tidak dapat mengonsumsi air hasil pengolahan perusahaan itu untuk mandi, mencuci, dan minum dengan cukup.

Sebab, satu-satunya pasokan bahan baku perusahaan tersebut, yakni dari Waduk Kedung Ombo akan dihentikan, terkait dengan rencana perbaikan saluran irigasi dari waduk tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perusahaan daerah itu akan mengambil air dari sungai Lusi dan Sendang Sucen Lengki. Meskipun demikian, debit air dari kedua sumber tersebut dinilai sangat kecil. Akibatnya, memasuki Agustus pasokan air bersih untuk pelanggan di daerah yang lebih tinggi akan terganggu. (H3-84r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA