logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Ratih: Berjilbab Bukan untuk Sensasi

''MBAK Ratih...Jalan dooong!'' pinta sebagian para ibu dan remaja putri kepada Ratih Sanggarwaty (42). Hampir seluruh pengunjung yang mengenakan busana muslim, berebut meminta sang model untuk berjalan layaknya peragawati agar mendekat ke arah mereka.

Saat itu, Ratih Sang tidak sedang berlenggak-lenggok di atas catwalk seperti dulu. Namun, model yang sejak 2000 mengenakan jilbab itu sedang menjadi pembicara dalam sebuah seminar ''Tampil Cantik dan Anggun dengan Rasa Aman''.

Seminar di gedung Dharma Wanita lantai V Jalan Menteri Supeno Semarang, Minggu (1/8) kemarin, dipadati ratusan kaum hawa berbusana muslimah. Kegiatan itu diselenggarakan Ahad-Net bekerja sama dengan Al Fath (perusahaan busana muslim).

Mantan top model Indonesia era 90-an itu pun berbagi pengalaman sambil memenuhi harapan hadirin, berjalan ke arah mereka. ''Cantik itu apa sih?'' tanya Ratih kepada hadirin. Sang model pun menjelaskan bahwa definisi cantik lebih mengarah pada wajah.

''Lalu bagaimana dengan anggun?'' kembali dia bertanya. Anggun, menurutnya, lebih mengacu pada penampilan seseorang mengenai keserasian dalam berpakaian. Dia juga menuturkan bahwa seseorang yang berwajah cantik belum tentu bisa tampil anggun.

Sesuai tema seminar, Ratih pun melanjutkan paparannya. ''Lalu bagaimana dengan rasa aman,'' tanyanya kembali.

Rasa aman itu meliputi busana dan kosmetika yang digunakan wanita dan busana yang aman, menurut dia, adalah yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Ratih menambahkan, sebelum dirinya mengenakan busana muslimah, godaan dan pandangan nakal dari laki-laki sering diterimanya.

Cegah Kerusakan

Dikatakannya, ada seorang dokter kulit yang membuat disertasi dengan meneliti wanita berbusana muslimah sebagai objek penelitian.

''Menurut hasil penelitian dokter itu, ternyata busana muslim mampu mencegah terjadinya kerusakan pada kulit,'' timpalnya.

Dalam ceramahnya itu, Ratih juga mengimbau kepada muslimah untuk menggunakan kosmetika yang sudah jelas status halalnya.

''Sekarang sudah banyak produk kosmetika halal, jangan tertipu dengan produk kecantikan yang beredar di pasaran, tapi diragukan kehalalannya'' ungkap ikon produk kecantikan Zahra ini.

Di sela-sela seminar, Ratih juga demo mengenakan kerudung agar wanita tampak lebih cantik dan anggun. Para pengunjung pun berebut untuk menjadi modelnya.

''Kalau misalnya wajah agak lebar, bisa disiasati dengan mengikat kain kerudung di dagu bukan ditarik kebelakang,'' jelas wanita asal Ngawi Jatim ini.(Rony Yuwono-91-r)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA