logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 SEMARANG
Line

Ditangkap, Curi Uang dan Perhiasan Tetangga

TEMBALANG- Seorang pemuda pengangguran, Slamet Widodo (24), warga Jalan Salak RT 6 RW 7 Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang ditangkap aparat Unit Resmob Polwiltabes Semarang, Minggu (1/8). Dia diduga mencuri uang Rp 5 juta dan sejumlah perhiasan milik tetangganya, Soedarso (64), Jumat (30/7) lalu.

Perhiasan tersebut terdiri atas empat badul kalung, satu untai kalung, tiga cincin, tiga gelang, dan dua pasang giwang. Saat kejadian, keadaan rumah kosong.

Tersangka mengaku mencuri karena ingin memiliki uang. Namun karena lama menganggur, dia tidak pernah mempunyai uang jajan. Beberapa bulan sebelumnya, dia bekerja sebagai kenek bangunan di sekitar Tembalang.

''Saya ingin mempunyai uang. Jadi saya mencuri di rumah milik dia (Soedarso). Di kampung, dia tergolong orang kaya,'' kata Slamet, kemarin. Dari pengakuannya, Slamet sudah kali ketujuh mencuri milik orang lain.

Dalam tiga kali aksinya, dia menggondol barang curian dan tiga kali lainnya dia gagal membawa barang curian karena keburu ketahuan pemiliknya.

Adapun terakhir, Jumat (30/7) lalu, dia menggondol barang-barang milik Soedarso. Belum lama menikmati barang curian itu, dia sudah tertangkap aparat Unit Resmob Reserse Kriminal Polwiltabes, di rumahnya.

''Pertama saya berhasil mencuri ayam, kedua hp. Namun saya tidak tahu nama pemilik barang itu. Yang kali ketiga, mencuri emas dan uang. Namun akhirnya tertangkap polisi,'' akunya.

Panjat Tembok

Dalam aksinya di rumah Soedarso, Slamet memanjat dinding rumah belakang. Dia memasuki rumah dari jendela angin-angin yang menghubungkan tangga lantai satu dan dua.

Setelah berhasil melintasi angin-angin, dia turun lewat tangga. Kali pertama dia memasuki kamar paling selatan lalu kamar tengah. Karena tidak menemukan barang berharga, dia kemudian memasuki kamar paling utara, tempat penyimpanan perhiasan dan uang.

''Saya masuk dengan cara mencongkel kaca jendela dengan paku usuk yang saya temukan di rumah korban.''

Di dalam kamar itu dia mendapatkan uang tunai sekitar Rp 5 juta yang tersimpan di bawah kasur. Adapun perhiasan, dia dapatkan dari dalam cepuk perhiasan di atas meja rias. Setelah itu dia kabur melalui pintu belakang rumah korban.

''Saat itu saya belum sempat menjual perhiasan,'' katanya. (G5-91i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA