| Senin, 02 Agustus 2004 | BUDAYA |
Perjalanan Budaya Belahan Awal 2004AKHIR Juli 2004, budayawan Jaya Suprana mengakhiri Perjalanan-Budaya belahan awal 2004 di Darwin, Australia Utara, dengan merekam liputan situs-situs galeri-alam karya seni rupa kaum aborigin di Kakadu National Park. Hasil liputan budayawan Semarang itu sebagai bahan acara Jaya Suprana Show di TVRI. Perjalanan-Budaya Jaya diawali di Wellington, ibu kota Selandia Baru, dengan pergelaran resital piano tunggal All-Indonesian-Repertoire di auditorium Universitas Victoria. Setelah itu, dia melakukan peliputan jejak-jejak pembuatan film Lord of the Rings di kawasan Queenstown, Selandia Baru. Lalu meberikan ceramah budaya-politik Indonesian Heritage di Pusat Studi Asia, Universitas Melbourne. Masih di kota yang sama, Jaya lalu menggelar resital piano di Auditorium Musik Universitas Monash, Melbourne, disusul peliputan TV atas situs cagar-budaya-alam utama Australia, Ayers-Rock. Setelah kembali ke Indonesia, Jaya langsung menggelar resital piano tunggal di TIM, Jakarta. Tak lama di Tanah Air, dia terbang ke Swiss untuk menyajikan pertunjukan serupa di Jenewa dan Bern, yang dihadiri lebih dari 30 duta besar mancanegara. Kegiatan yang sama dilanjutkan di Washington, Chicago dan Los Angeles. Di Amerika Utara itu dia lalu meliput cagar-alam di Alaska, lalu kembali ke Australia untuk menggelar resital piano tunggal di Simposium Musikologi yang diselenggarakan Universitas Monash, Melbourne, disusul presentasi makalah The Role of Performing Arts in Indonesian National Election di Federation Hall, Melbourne. (B7-63) |