logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 BANYUMAS
Line

Surat Terbuka Anggota DPRD

Minta Bupati Perhatikan Nasib Penderes

SIDANG Paripurna DPRD Banyumas dengan agenda penetapan perubahan APBD 2004, Jumat (30/7), terasa berbeda. Sidang berlangsung santai dan penuh kehangatan. Tak ada perdebatan atau ketegangan antaranggota DPRD atau antara legislatif dan eksekutif.

Padahal, selama ini hubungan kedua lembaga itu boleh dibilang kerap kurang harmonis. Pembahasan rancangan perubahan ABPD begitu alot dan terjadi tarik-ulur. Ada yang menuding itu terjadi karena sejumlah pihak di legislatif dan ekskutif ingin mengegolkan program masing-masing.

Namun Jumat pekan lalu sidang berlangsung cepat. Acara dibuka sekitar pukul 8.30 oleh Ketua DPRD dr Tri Waluyo Basuki dan diakhiri sekitar pukul 10.15. Itu pun hanya diisi pembacaan pandangan akhir fraksi, keputusan penetapan, sambutan Bupati, dan interupsi anggota DPRD asal Cilongok, Darsono Rowi.

FPDI-P, FPKB, FTNI/Polri, FPAD, dan Fraksi Golkar, dalam pendapat akhir menyetujui penetapan perubahan APBD 2004. Kalaupun ada catatan, tak banyak menyentuh substansi anggaran. Itu sekadar masukan dan mengingatkan eksekutif tentang berbagai hal yang harus diperhatikan lebih serius.

Saat sidang hendak ditutup, dari belakang seorang anggota DPRD menginterupsi. Semua perhatian tertuju ke lelaki yang selalu berikat kepala itu. Dialah Darsono Rowi. Semua peserta dan hadirin menduga dia akan mengutarakan masalah pelik seputar perubahan anggaran.

Tertebak

''Maaf, pemimpin sidang, jika diizinkan saya akan menyampaikan sesuatu ke Bupati,'' ucap Darsono. Tri menjawab, ''Silakan, asal singkat.''

Dia maju. Namun dia tidak berbicara di forum, tetapi menyampaikan surat kepada Bupati. ''Oh, cuma itu,'' celetuk sejumlah peserta sidang.

Sebelum menyampaikan surat ke Bupati, dia memberikan dulu ke pemimpin sidang. Ketua DPRD berkata, ''Tanpa membuka pun saya tahu isinya. Pasti mengenai gula merah.''

Memang betul. Surat itu berisi imbauan agar Bupati dan dinas terkait memperhatikan nasib petani penderes di Banyumas. Bupati tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, seraya menerima surat itu.

Bagaimana isi surat Darsono Rowi bisa tertebak? Sebab, selama ini dia memang gigih memperjuangkan nasib penderes dan menyoroti permasalahan gula kelapa. (Agus Wahyudi, Budi Hartono-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA