logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 BANYUMAS
Line

Komplotan Pencuri di KA Ditangkap

  • Menyaru sebagai Penumpang

PURWOKERTO - Lima orang anggota komplotan pencuri di atas kereta api (KA) eksekutif, kemarin (1/8) sekitar pukul 03.00, ditangkap. Saat itu mereka hendak ke Baturraden dengan mobil sewaan dari Stasiun Purwokerto.

Kelima tersangka adalah Asep (40) asal Yogyakarta, Ari (34) dari Malang, Sunardi Santoso (34) dari Jakarta Timur, Tajudin Nur (30) asal Jakarta Timur, dan Darmanto (31) dari Malang. Kini mereka ditahan di Polres Banyumas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Korban adalah Drs Harley Prajudo (40), warga Jalan Wisma Tengger, Kandangan, Benowo, Surabaya. Dia berangkat Sabtu (31/7) tengah malam dari Surabaya ke Purwokerto naik KA Bima.

Minggu dini hari dia turun di Stasiun Purwokerto. Dia kaget karena komputer jinjingnya raib dan tinggal tasnya. Saat itulah beberapa anggota Paguyuban Sopir Stasiun Raya melihat serombongan orang turun dari kereta. Rombongan itu menyewa mobil dari Stasiun Purwokerto dengan tujuan Baturraden.

Memiliki Tiket

Sopir yang membawa enam orang itu ditelepon seorang anggota paguyuban. Ketika diberi tahu soal ulah rombongan itu, sang sopir berusaha balik arah. Adapun beberapa anggota paguyuban menyusul ke Baturraden.

Merasa aksi mereka diketahui, komplotan itu membuang komputer jinjing tersebut. Namun ketika hendak kabur mereka dapat ditangkap beberapa anggota paguyuban.

''Komplotan yang tertangkap kami bawa ke Polres Banyumas,'' tutur Yuli, Ketua Paguyuban Sopir Stasiun Raya Purwokerto, kemarin.

Dia menuturkan komplotan itu sudah lama diincar. Namun mereka selalu lolos dari sergapan. Biasanya komplotan pencuri yang beraksi di atas KA eksekutif memiliki tiket. Jadi jika tak tertangkap basah, sulit mendakwa mereka.

Kepala Hubungan Masyarakat Daop V Purwokerto, Supriyadi, menyatakan belum menerima laporan kejadian itu. Namun berdasar pengalaman, pencuri di atas KA eksekutif menyaru sebagai penumpang.

''Mereka memiliki tiket seperti penumpang lain. Biasanya mereka mengikuti sasaran sejak dari stasiun pemberangkatan. Pencuri yang beraksi di atas KA eksekutif memang bermodal, paling tidak untuk membeli tiket.''

Daop V Purwokerto, kata dia, akan mengintensifkan operasi di atas kereta dan stasiun. Tidak hanya menertibkan penumpang gelap, tetapi juga pedagang asongan dan pengamen yang mengganggu penumpang di KA ekonomi, bisnis, dan eksekutif. (bd,G23-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA