logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Agustus 2004 BANYUMAS
Line

Ketika Muspida Main Bola, Penonton Ger-geran

CILACAP- Untuk memeriahkan HUT Ke-59 RI, Jumat (30/7), di alun-alun Cilacap diadakan pertandingan sepak bola kapuk. Yang bertanding kesebelasan Muspida plus melawan pejabat eselon II pemerintah.

Muspida plus menurunkan Bupati H Probo Yulastoro SSos MM, Wakil Bupati H Thohirin Bahri BA, Ketua DPRD H Fran Lukman, Kepala Kejaksaan Negeri Burhanuddin SH, Wakapolres Komisaris Yusri Yunus, dan sejumlah pejabat lain.

Adapun kesebelasan pejabat eselon II beranggota antara lain Asisten I Sekda Drs H Muchsin SM MM, Asisten Sekda II Drs H Sudarno MM, Kepala Dinas Pariwisata HA Ashuri Chariri SH MHum, dan Kepala Dinas Perhubungan Drs H Sukirno MM.

Begitu wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai, Muspida plus langsung menekan ke jantung pertahanan lawan. Serangan itu membuat pemain belakang tim eselon II harus bekerja keraskeras menghalau bola.

Serangan tim Muspida melalui umpan lambung dari sayap kanan dan kiri kerap menimbulkan kemelut di depan gawang tim eselon II yang dijaga H Muchsin SM. Namun sayang, tak satu pun pemain depan tim Muspida mampu memanfaatkan peluang itu untuk menciptakan gol.

Padahal, untuk membawa bola ke depan mulut gawang lawan, pemain depan tim Muspida H Fran Lukman terjatuh lebih dari dua kali. Bahkan Bupati Probo terhuyung-huyung dan nyaris terjatuh ketika mengejar bola yang dikuasai pemain lawan.

''Spektakuler''

Semangat menyerang pemain tim Muspida ternyata berlebihan. Hampir semua pemain maju ke daerah pertahanan lawan. Akibatnya, ketika ada serangan balik melalui tendangan melambung pemain belakang tim eselon Ir Sunarno MM, pemain belakang tim Muspida langsung kocar-kacir.

Kemelut pun terjadi di depan gawang yang dijaga Wakil Bupati H Thohirin Bahri. Rupanya Thohirin gagal menjaga gawang dan terjadilah gol. Kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk tim eselon II. Sampai peluit panjang tanda pertandingan berakhir, kedudukan tak berubah.

Pertandingan sepak bola itu menjadi ''hiburan'' tersendiri bagi penonton, yang sebagian besar karyawan pemerintah. Sebab, permainan para pemain yang jelas-jelas tidak pernah main sepak bola itu kerap mengundang tawa. Sejak pertandingan dimulai, tawa penonton tak pernah terhenti.

''Ini baru pertandingan spektakuler. Yang main cuma 11 orang, tetapi pemain cadangannya 27 orang,'' kata Kepala Bagian Organisasi Drs Budi Sulistyawan MM, panitia pertandingan.(ag-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA