| Senin, 02 Agustus 2004 | BANYUMAS |
Unsoed Bangun Fakultas Teknik di PurbalinggaPURBALINGGA- Pada tahun 2005 Unsoed Purwokerto akan mewujudkan pembangunan gedung Fakultas Teknik (FT) di Purbalingga. Itu sebagai tindak lanjut nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dan Unsoed. Tindak lanjut itu antara lain berupa penyediaan lahan hibah ke Unsoed. Adapun Unsoed melebarkan kampusnya hingga ke Purbalingga. Pemerintah menyediakan lahan 11 ha di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Namun Unsoed hanya meminta 9,7 ha. Luas lahan itu berdasar perhitungan kebutuhan sejak sekarang dan ke depan saat keseluruhan program mencapai titik maksimum. Kepala Bappeda Heny Ruslanto SE melalui Kepala Bidang Fisik Drs Budi Susetyono MPA mengatakan, biaya fisik pembangunan sepenuhnya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atas usul Unsoed. ''Pemerintah hanya menyediakan lahan untuk kampus di Blater. Lokasi itu kami pilih dengan pertimbangan jarak dengan gedung pusat di Purwokerto bisa ditempuh sekitar 20 menit,'' kata Budi. Komitmen Pemerintah Dia menyatakan dalam surat Rektor Unsoed Prof Rubijanto Misman tertanggal 26 Juni 2004 disebutkan Unsoed memerlukan lahan 9,7373 ha untuk program sarjana teknik. Kebutuhan itu disampaikan setelah Unsoed konsultasi dengan PT Pola Dwipa Semarang yang menjadi konsultan pembangunan gedung. Menyitir penjelasan rektorat Unsoed, Budi menyatakan saat ini Unsoed memiliki tiga jurusan teknik, yakni Jurusan Teknik Pertanian di bawah Fakultas Pertanian, serta Jurusan Teknik Sipil dan Teknik Elektro di bawah program sarjana teknik (S1) kerja sama Unsoed-ITB. ''Rencana pengembangan Fakultas Teknik melalui pembukaan program studi/Jurusan Teknik Pertambangan/Geologi, perubahan Jurusan Teknik Pertanian menjadi Jurusan Mesin dan pembukaan Teknik Arsitektur,'' kata Budi. Kebutuhan lahan Unsoed meliputi bangunan dengan luas lantai dasar 23.872 m2, ruang terbuka 32,8 m2, dan area hijau 40.700 m2. Bangunan meliputi gedung administrasi tiga lantai, gedung kuliah, laboratorium, ruang rapat, ruang dosen, bengkel, gudang, musala, rumah jaga, pusat kegiatan mahasiswa, perpustakaan dua lantai, kantin, pos jaga, dan gedung pertemuan. Ruang terbuka meliputi dua lapangan tenis, voli, basket, area parkir, dan jalan lingkungan. Area hijau terdiri atas areal lahan eksfarm dan lapangan upacara. ''Pemerintah memiliki komitmen mengembangkan dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Pertimbangan pemerintah, selain banyak SMK teknik dan pertanian di Purbalingga, juga untuk mendorong pengembangan wilayah di bidang industri,'' katanya.(F10-86) |