logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 01 Agustus 2004 PEMILU 2004
Line

PAN Belum Tentukan Sikap

JAKARTA - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap meski ketua umumnya, Amien Rais, telah didekati calon presiden dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk diajak dalam membangun pemerintahan jika nanti terpilih.

Partai berlambang matahari itu masih membuka peluang terhadap tiga opsi, yakni mendukung salah satu pasangan capres atau menjadi oposisi.

Wakil Sekjen DPP PAN Hakam Nadja menjawab Suara Merdeka di Jakarta, Sabtu (31/7) menyatakan, pihaknya belum mengambil sikap sebagai tindak lanjut pertemuan Amien dan SBY di Yogyakarta, Jumat (30/7).

''Belum. Dalam waktu dekat kami baru akan mengumpulkan pengurus PAN se-Indonesia di DPP dalam rapat pleno yang diperluas. Di situ akan dibicarakan bagaimana sikap kami ke depan, sekaligus mendengar opsi-opsi yang berkembang di bawah,'' katanya.

Rencananya, rapat pleno akan digelar dalam waktu dekat. Namun, Hakam belum bisa menyebut tanggalnya. Yang pasti, DPP telah menginformasikan rencana rapat itu kepada DPW-DPW.

Masih Tetap

Ditanya apakah dengan adanya lobi SBY itu akan mendekatkan PAN untuk mendukung capres tersebut, Hakam Nadja menegaskan, hingga sekarang pihaknya masih berpegang pada tiga opsi yang selama ini berkembang di partainya. ''Opsi kami masih tetap. amun, pada hari-hari mendatang pasti akan ada perkembangan. Sebab, partai ini kan sebuah organisasi, sehingga tak mungkin membuat keputusan yang mengambang,'' tandasnya.

Menurut dia, pertemuan Amien dengan SBY kemarin masih merupakan pembicaraan awal. Sekalipun tidak terang-terangan, partai itu juga sudah didekati kubu Mega-Hasyim untuk menjajaki koalisi.

Hakam berpendapat, komunikasi seperti ini diperlukan untuk melihat sounding dan visi ke depan tiap-tiap pasangan calon yang akan memimpin negeri ini. ''Dengan bertemu kami bisa mempertanyakan hal-hal yang kami perlu tahu. Dengan begitu, ketika membuat keputusan kita mengetahui seberapa jauh potensi tiap-tiap calon,'' jelasnya.

Dalam menentukan opsi yang akan dipilih, PAN akan mempertimbangkan mana yang memiliki mudarat paling kecil dari ketiga opsi tersebut. ''Untuk bangsa sebesar ini, kita tidak bisa memutuskan sesuatu hanya dengan pertimbangan jangka pendek. Karena itu, kita harus memilih yang tingkat keterpurukannya lebih kecil. Sebab, pemerintah pun punya daya rusak. Setelah itu, baru dilihat siapa yang mendekati pertimbangan tersebut.''

Sementara itu, pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bakti mengingatkan Amien Rais agar tidak mendukung salah satu calon, termasuk SBY, pada pilpres putaran kedua. Sebab, jika itu dilakukan, citra reformis mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu akan tercoreng. (A20-43e)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA