logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 Juli 2004 SALA
Line

Berpanas-panas di Terminal yang Tanpa Atap

SIANG itu udara di terminal angkot Wonogiri panas menyengat. Para calon penumpang tampak tersiksa karena kegerahan.

Ya, terminal itu memang belum memiliki fasilitas selter dan ruang tunggu penumpang. Maklum saja terminal itu baru diresmikan oleh Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH pada Selasa (20/7) lalu.

Karena itu hingga sekarang tempat itu belum dilengkapi bangunan ruang tunggu bagi calon penumpang dan selter peneduh bagi mobil angkot yang ngetem untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Padahal potensi angkot di kota ini 85 unit mobil, tetapi selter yang tampaknya dibangun asal-asalan hanya berkapasitas empat angkot.

Bangunan itu masih berkerangka kayu dan seng bekas sehingga lebih mirip tempat titipan sepeda.

''Malah seperti kandang babi,'' kata beberapa kru angkot. Mereka pun prihatin atas keberadaan terminal angkot yang belum memenuhi standar kelayakan tersebut, sebab pembangunannya baru terbatas pada kios dan pelataran parkir beraspal. Keprihatinan senada juga dikemukakan Ketua Komisi B DPRD, Sugiarto SPd.

Dia menilai pembangunan terminal berkesan asal-asalan dan kurang profesional sehingga menghasilkan bangunan yang belum memenuhi standar kelaziman fasilitas sejenis.

Dia mengatakan, semestinya bangunan selter lama tidak dibongkar total karena masih baik dan layak pakai.

Bupati Mengakui

Namun kenyataannya fasilitas itu keburu dibongkar. Ironisnya, hingga sekarang belum ada penggantinya.

Karena itu tidak berlebihan jika ada kesan proyek pembangunan terminal digarap asal-asalan, tidak profesional, dan jauh dari standar baku.

Bupati mengakui terminal angkot yang baru masih jauh dari sempurna.

''Penambahan fasilitas pelengkapnya akan segera diupayakan,'' katanya.

Kepala Dinas Pasar, Drs Adhie Sutanto MM mengatakan, pembangunan terminal satu paket dengan pasar induk, yang setahun lampau telah diresmikan Gubernur Jateng, dengan dana total Rp 19,987 miliar. Perinciannya, Rp 19,450 miliar untuk pasar induk sedangkan sisanya Rp 536,889 juta untuk terminal.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Seni Budaya (DPPSB), Hendro Purbandoro SH MM menyatakan, keterbatasan dana itu menyebabkan terminal tersebut belum sempurna. Sementara itu menurut Kabag Pembangunan, Ir Sudaryanto MM, selter dan ruang tunggu akan diusulkan pada anggaran perubahan APBD 2004 sebesar Rp 90 juta.

Namun rencana itu akan ditinjau lagi berkait dengan kemunculan wacana agar ruang tunggu dan pagar sebelah utara dibangun dengan konstruksi kios bertingkat.

''Karena itu, kami bersama DPPSB, Dinas Pasar, dan DPU akan menyurvei dulu,'' ujarnya. (Bambang Pur-49i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA