logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 Juli 2004 BUDAYA
Line

"Rat" Putu Meledak di Yugoslavia

DI depan duta besar Indonesia, Malaysia, Jepang, China, dan seluruh penonton yang memadati Gedung Ateleje 212, Rat (War) meledak. Kami berhasil. Aku diam-diam pulang sementara mereka melakukan cocktail party. Rasanya, sunyi," tulis sutradara Putu Wijaya dalam SMS ketika lakon yang dia sutradarai dimainkan di Belgrado, Yugoslavia.

Menurut sastrawan yang kini masih menulis cerita bersambung Dangdut di Suara Merdeka itu, kesan umum pertunjukan itu mengejutkan.

''Merupakan sesuatu yang baru, indah, dan meneror. Djorde Mardjanovic yang mengundang saya untuk ikut Festival Belef itu bilang: 'Pementasan ini akan jadi virus yang mengubah peta teater di Belgrado. Itulah sebabnya saya tidak mengundang kelompok kamu, tapi kamu sendiri. Saya tak ingin kamu datang lalu pergi setelah membuat pertunjukan. Aku mau kamu meninggalkan sesuatu di Belgrado','' paparnya.

Termangu

Agaknya Putu gembira sekali. Meski demikian, di gedung berkapasitas 350 penonton itu, dia hanya termangu-mangu.

Rat yang digelar selama sepuluh hari itu dimainkan oleh sepuluh pemain setempat (empat di antaranya perempuan) dan diiringi oleh kelompok musik rock terkenal The Darkwood. ''Tetapi saya pulang ke Indonesia pada hari ke-5, karena anak saya Taksu sudah mulai sekolah.''

Putu menjelaskan gedung-gedung teater di Belgrado memiliki pemain yang digaji secara tetap. Gedung Ateleje 212 memiliki 40 pemain tetap sedangkan teater nasional memiliki 900 pemain.

''Ini warisan pemerintah lama yang dirasa menghambat. Tapi Belgrado juga punya Festival Bitef yang bergengsi di Eropa. Robert Wilson pernah main di situ. Teater Mandiri juga diundang ke Bitef tahun 2001 lalu, tapi kemudian ada kendala biaya karena pemerintah memotong biaya teater.'' .

Memasuki hari ke-5, jumlah penonton masih bagus. ''Tanggapan pers positif. Banyak yang bilang: 'Inilah pertunjukan terbaik, aneh, dan baru yang pernah mereka lihat di Ateleje 212.' Kemarin eks perdana menterinya nonton. Seorang pengamat bilang: 'Sayang kalau hanya dimainkan di Belgrado, sebaiknya dibawa tur.' Tapi saya harus pulang hari ini,'' tulis Putu dalam SMS, kemarin. (tt-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA